Page 185 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 185

Bagian VI: Sejarah Singkat para Pengikut St. Klara

           Sebagai bangsawati, mereka pun mesti diberi kedudukan yang sesuai. Aki-
           batnya  terlalu  banyak  “Abdis”  tidak  mempunyai  semangat  Klara,  tetapi
           bersemangat permaisuri dan ratu, yang “mengatur” biaranya seperti sudah
           biasa mengatur “keraton kecil” para bangsawan dan penguasa.

           Dari  pihak Paus  beberapa  kali  ada  usaha  untuk  membendung  masuknya
           “calon”  yang  tidak  pada  tempatnya.  Begitu  misalnya  pada  tahun  1336
           ditetapkan  jumlah  calon  maksimal  yang  boleh  ditampung  dan  diterima.
           Tetapi usaha itu ternyata gagal. Begitu pula gagal usaha Paus yang sama
           (Benediktus XII) pada tahun 1336 untuk melarang milik pribadi Klaris.


           D. Situasi Tidak Mendukung
           Suatu  atau  beberapa  sebab  yang  terlebih  lahiriah  juga  mengakibatkan
           kemerosotan umum di kalangan Klaris. Yaitu situasi masyarakat Eropa pada
           umumnya. Pada pertengahan abad XIV (1348-1352) Eropa dilanda wabah pes
           yang menyebabkan banyak orang, juga di kalangan para Klaris mati. Wabah
           itu menimbulkan suatu panik dan mengakibatkan kemerosotan hebat di se-
           luruh  masyarakat.  Tambah  lagi  bahwa  selama  abad  XIV  Eropa  dilanda
           perang terus-menerus, khususnya perang antara Inggris dan Perancis yang
           berlangsung seratus tahun dan disertai macam-macam perang kecil-kecilan.
           Perang itu pun menyebabkan banyak kerusakan, kekacauan dan kemeroso-
           tan moral. Terlalu banyak orang lari ke biara mencari perlindungan dan kea-
           manan, meskipun tidak sedikit biara turut dirusak dan dirampoki.

           Suasana umum dalam Gereja Katolik pun tidak memupuk semangat sejati.
           Akibat kerusuhan politik dan social di Italia dan Roma, Paus sejak 1304 sam-
           pai  1375  berkediaman  di  Avignon,  Perancis.  Di  sana  Paus  lebih  kurang
           dikuasai oleh raja-raja Perancis dan menjadi permainan politik belaka. Jab-
           atan Paus  menjadi  perebutan  politik  dan  di  jual-belikan.  Maka para Paus
           umumnya bukanlah Paus yang pantas dan layak menduduki tahta Petrus.
           Atas jasa Katarina dari Siena, akhirnya Paus kembali ke Roma dan terjadilah
           “Skisma”. Sejumlah Kardinal yang tidak setuju dengan tindakan Paus mem-
           ilih Paus lain yang menganggap dirinya juga Paus yang sah. Skisma itu ber-
           langsung antara tahun 1378 sampai tahun 1447. Kadang kala malah ada tiga
           Paus  serentak.  Umat  tidak  tahu  lagi  Paus  mana  yang  sah.  Dan  masing-
           masing  Paus  dengan  liku-liku  politik,  dengan  uang  dan  macam-macam

                                                                                  183
   180   181   182   183   184   185   186   187   188   189   190