Page 46 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 46
Bagian II: Riwayat Hidup Santa Klara dari Asisi
tidak rela melepaskan kekuasaan dan kedudukannya. Sudah dikatakan
bahwa “warga-warga kota” itu bukanlah seluruh penduduk kota, melainkan
hanya para pedagang dan industrialis yang mempunyai uang serta semangat
wiraswasta dan keuletan disertai kelincahan yang perlu. Mereka mengorgan-
isasikan diri dalam “persaudaraan” (fraternitates, communitates, brigota),
persekutuan (coniurationes) dan sebagainya. Oleh karena “agama” dan “hidup
social” tidak terpisah, maka kelompok-kelompok itu pun mengorganisasi-
kan diri secara khusus di bidang keagamaan. Kerap mereka mempunyai ger-
eja serta “pastornya” sendiri. Kapan saja ada kesempatan warga-warga kota
itu melepaskan diri dari dominasi kaum bangsawan dan rohaniwan kelas
atas. Rohaniwan kelas bawah di kota-kota kerap kali memihak kepada
warga-warga kota. Bentrokan antara kaum borjuis dan kaum feodal tersebut
tidak jarang berdarah. Tambah lagi persaingan sosio-ekonomi antara kota-
kota yang disebut di atas. Kalau perlu kota-kota itu dapat bergabung (untuk
sementara waktu) dengan kaum bangsawan (musuh kota lain) guna
memerangi dan melawan saingannya.
Di dalam kota-kota sendiri mulai tampil golongan yang boleh diistilahkan
sebagai proletariat. Ialah golongan yang tidak mempunyai tanah, tidak
mempunyai uang dan karena itu pun tidak mempunyai kuasa sedikit pun.
Merakalah orang miskin di kota-kota yang seluruhnya bergantung pada
kemurahan hati mereka yang berada. Mereka kerap kali orang yang terpaksa
melarikan diri dari desa ke kota akibat peperangan dan perampokan.
Kota Asisi, di daerah Umbria, Italia Tengah sangat terlibat dalam gejolak so-
sio-politik itu. Secara tradisional Asisi termasuk wilayah negara Paus-raja
dan takluk kepadanya. Tetapi menjelang akhir abad ke duabelas (th. 1150-
1200) daerah kepausan itu sudah diduduki oleh Kaisar Jerman (bangsa Ho-
henstaufen) yang berbentrokan dengan Paus. Paus Innocentius III (th. 1198-
1216), yaitu Paus yang mensyahkan Anggaran Dasar Fransiskus, semula
ingin merebut kembali daerah itu dengan dukungan Perancis dan mempu-
nyai rencana ke arah itu. Kota Asisi dikuasai oleh sebuah benteng (Rocca
Magiore), tempat ada komandan (Konradus) dan pasukan Jerman. Waktu
Paus Innocentius III naik tahta dan komandan itu mencium maksud Paus, ia
berangkat ke Agni untuk berunding dan meyakinkan Paus. Kesempatan itu
(1198) dimanfaatkan warga kota Asisi untuk menyingkirkan kuasa Jerman
itu. Dalam sekejap mata mereka merusakkan dan merombak seluruh
44

