Page 50 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 50
Bagian II: Riwayat Hidup Santa Klara dari Asisi
kelompok macam itu sering tidak segan mengkritik dan mengecam para
rohnniwan, termasuk uskup dan biarawan. Tanpa izin atau persetujuan pim-
pinan Gereja mereka berkeliling sambil mewartakan Injil pertobatan,
berkhotbah dan menjelaskan Kitab Suci kepada rakyat yang dengan senang
hati mendengarkan mereka. Dengan cara demikian rasa kurang puas dengan
Gereja dan rohaniwan/biarawan yang tersebar luas di kalangan rakyat diko-
barkan dan disuarakan. Karena ketegangan yang menjadi-jadi itu sementara
gerakan dan kelompok-kelompok itu tidak mau lagi mengikuti sakraman-
sakraman yang diterimakan rohaniwan yang hidupnya buruk. Upacara-
upacara dihina, dilalaikan dan malah ditolak. Sakraman-sakraman yang
diterimakan orang (rohaniwan) berdosa dianggap tidak syah, sedangkan
“orang suci” begitu saja berhak dan berwenang menerimakan sakramen dan
berkhotbah. Secara lahiriah gerakan-gerakan dan kelompok-kelompok itu
agak serupa dengan misalnya Katar dan sukar dibedakan. Akibatnya ialah:
pada para pimpinan Gereja perlahan lahan tumbuh suatu rasa curiga ter-
hadap segala macam gerakan dan kelompok yang kambuh dan pengawasan
diperketat. Meski pun kebijaksanaan pimpinan Gereja agak simpang siur
dan kurang mantap, namun Paus-Paus dan Konsili-Konsili mulai menindak
dan mengutuk gerakan dan kelompok-kelompok itu. Sebuah Konsili Verona
misalnya pada tahun 1199 (dipimpin oleh Paus Lucius III), mengutuk be-
berapa kelompok yang terdaftar sebagai: Katar, Patarini, Humiliati, Orang-
orang Miskin dari Lyon, Pasagini, Josephini, Arnoldistae. Sekaligus ditolak
pandangan salah yang tersebar pada beberapa kelompok mengenai
sakraman-sakraman, tentang awam yang berhak berkhotbah tanpa izin dari
pihak pimpinan Gereja. Dan Paus Innocentius III (1199) mengecam kaum (ke-
lompok) awam yang tanpa bimbingan membaca, dan menerjemahkan Kitab
Suci dan berkhotbah satu sama lain. Konsili Lateran IV (1215) mengutuk
Pengkhotbah awam (Waldes), Katar, Albigens. “Fratres” dan “Sorores”, “Li-
beri Spiritus” dikutuk oleh Bonifatius VIII (1306), sedang Konsili Viena (1312)
mengutuk Beghin dan Bogard.
Suatu gerakan yang membentuk bermacam-macam kelompok pantas diberi
perhatian khusus. Yang dimaksud ialah gerakan kelompok-kelompok yang
dinamakan “poenitentes” (orang yang bertobat). Ada pun Fransiskus dan
Klara sebenarnya agak berdekatan dengan “poenitentes” itu. Bukankah
Fransiskus dan teman-teman mula-mula menyebut dirinya “Viri Poenitentes
48

