Page 47 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 47

Bagian II: Riwayat Hidup Santa Klara dari Asisi

           benteng Rocca Magiore, yakin bahwa orang Jerman tidak akan kembali lagi
           kalau dilawan. Kaum bangsawan di Asisi, seperti keluarga di Offreducio,
           yang  berada  di  pihak  Jerman,  menjadi  sasaran  kebencian  dan  pemberon-
           takan warga kota (yang disebut “minores”, berlawanan dengan “mayores” –
           bangsawan). Maka bangsawan Asisi turut diusir dari kota dan miliknya dis-
           ita. Mereka melarikan diri ke kota Perugia, yang dekat dan menjadi saingan
           Asisi. Pietro di Bernardone dan anaknya Fransiskus (yang berumur 16 tahun)
           ikut merombak benteng Jerman dan mengusir bangsawan. Klara, putri di Fa-
           varone, turut diusir sementara miliknya disita. Lalu warga kota Asisi mem-
           ilih  pemerintahannya  sendiri  (dari  kalangan  pedagang)  terkemuka;  turut
           dipilih Pietro di Bernardone. Pemerintahan itu diketuai seorang “wali kota”
           (Podesta). Pemerintahan itu segera mulai mengeluarkan macam-macam un-
           dang-undang untuk mengatur kehidupan kota yang “merdeka”. Asisi me-
           mang tidak mau bergantung pada Kaisar dan tidak mau bergantung pada
           Paus.  Segera  pula  meledaklah  perang  antara  kota  Asisi  dan  kota  Perugia
           yang berlangsung selama sepuluh tahun (1200-1210), tentu saja dengan ban-
           yak “istirahat” diselingi beberapa pertempuran. Begitu pada tahun 1203 ada
           serangan dari pihak Asisi melawan Perugia, waktu itu Fransiskus bin Pietro
           di Bernardone ikut maju perang. Tetapi pasukan Asisi (terdiri atas warga-
           warga kota dan orang kecil yang dipaksa menjadi prajurit) yang sama sekali
           tidak terlatih atau berpengalaman, dikalahkan oleh Perugia yang didukung
           kaum bangsawan antara lain yang lari dari Asisi. Pasukan Asisi dihancurkan
           dan Fransiskus menjadi tawanan perang sampai pada tahun 1204 ia ditebus
           oleh ayahnya. Klara waktu itu tetap di Perugia.

           Kemudian  Asisi  mencari  dukungan  Paus  melawan  Perugia  dan  ancaman
           dari  pihak Jerman.  Itu menjelaskan  mengapa  Fransiskus  pada tahun  1205
           mau  berangkat  ke  Apulia  bersama  dengan  pasukan  Asisi  yang  dikepalai
           seorang bangsawan guna bergabung dengan pasukan Sri Paus yang berpe-
           rang dengan pasukan Kaisar di Italia selatan. Pada tahun 1210 perang antara
           Asisi dan Perugia serta kaum bangsawan Asisi yang diusir berakhir dengan
           suatu  perjanjian  perdamaian  (Trattato  di  Concordia).  Kaum  bangsawan,
           yang masih dalam pembuangan boleh kembali ke Asisi dan mendapat kem-
           bali harta miliknya. Tetapi kekuasaan yang sebenarnya tetap di tangan warga
           kota Asisi. Bangsawan ditolerir saja dan gengsi tradisionalnya dimanfaatkan
           warga  kota.  Pemulihan  dan  pembangunan  kembali  kota  segera  dimulai,

                                                                                   45
   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52