Page 51 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 51

Bagian II: Riwayat Hidup Santa Klara dari Asisi

           de Assisi Oriundi” (orang-orang bertobat dari Asisi)? Gerakan poenitentes itu
           tersebar luas. Gagasan dasarnya ialah: melakukan pertobatan seperti yang
           dituntut Injil Yesus Kristus. Di sana terbaca: “Bertobatlah sebab Kerajaan Al-
           lah sudah dekat”. Dengan pertobatan itu orang menyiapkan diri untuk akhir
           zaman. Memang di masa itu tersebar luas keyakinan bahwa akhir zaman su-
           dah mendekat. Dan suasana umum itu mendukung gerakan “poenitentes”
           itu. Gerakan itu terutama tersebar di kalangan awam dan juga manarik ban-
           yak  wanita,  termasuk  wanita-wanita  kelas  tertinggi.  Mereka  gemar
           melakukan macam-macam ulah tapa sebagai tanda lahiriah pertobatan hati.
           Mereka suka berkumpul bersama-sama dan malah hidup bersama-sama di
           salah  satu  tempat  dan  mengundurkan  diri  dari  masyarakat  ramai  serta
           melakukan amal kasih di kota-kota di antara orang miskin. Tidak segan pula
           mereka merawat orang sakit. “Poenitentes” itu pada umumnya awam, se-
           hingga  tidak  masuk  biara,  artinya  rahib/rubiah.  Namun  kelompok-ke-
           lompok itu kerap kali mirip dengan apa yang kemudian muncul sebagai biar-
           awan/biarawati aktip. Gerakan dan kelompok-kelompok “poenitentes” itu
           mencakup  macam-macam  orang,  baik  yang  bujangan  maupun  yang
           berkeluarga.
           “Poenitentes” itu benar-benar suatu gaya hidup khusus. Mereka tidak hanya
           memakai  pakaian  khusus,  tetapi  juga  segan  melibatkan  diri  dalam hidup
           masyarakat  umum.  Mereka  enggan  memegan  jabatan  sipil,  enggan  men-
           jalankan  perdagangan,  menolak  angkat  sumpah  dan  memegang  senjata,
           tidak ikut dalam pesta rakyat dan mempraktekkan kemurnian sesuai dengan
           situasi masing-masing. Dari “poenitentes” itu berasallah apa yang disebut
           “Ordo Ketiga Santo Fransiskus”. Paus Nicolaus IV, bekas pemimpin tertinggi
           “Saudara  Dina”,  pada  tahun  1280  menempatkan  “poenitentes”  di  bawah
           pimpinan para saudara-saudara dina dan sejak waktu itu “poenitentes” itu
           boleh  dikatakan  “Ordo  Ketiga  S.  Fransiskus”.  Namun  sebelumnya,  mulai
           dengan Fransiskus (dan Klara) sendiri, sudah ada hubungan antara mereka
           dengan sebagian “poenitentes” itu. Gerakan dan kelompok-kelompok “poe-
           nitentes” itu begitu banyak dan luas, sehingga kadang-kadang mengganggu
           lancarnya pemerintahan sipil. Justru karena gaya hidupnya, mereka tidak
           bisa menjadi prajurit, penjaga kota, saksi dalam pengadilan dan sebagainya.





                                                                                   49
   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56