Page 54 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 54
Bagian II: Riwayat Hidup Santa Klara dari Asisi
Rupanya Klara pergi ke Porziuncula, tempat Fransiskus dengan teman-te-
mannya menetap. Lebih kurang satu jam perjalanan kaki dari Asizi ke sana.
Klara ditemani oleh Buona de Guelfuccio. Kurang jelas siapa sebenarnya Buona
itu, entah pembantu, sahabat atau bibi Klara, sebab tidak jelas apakah Buona
itu sama dengan Pacifica di Guelfuccio yang nanti akan menemani Klara ke
Porziuncula, seperti juga tidak jelas apakah Buona - Pacifica itu sama dengan
seorang wanita lain yang berperan dan yang bernama Biancha. Fransiskus
ditemani seorang pengikutnya, yaitu saudara Filipus. Kunjungan itu terjadi
di malam hari. Rupanya Klara mau menyembunyikan hal itu bagi kaum
keluarganya. Baiklah dibayangkan sebentar apa artinya dua puteri muda di
malam hari berjalan kaki. Pintu gerbang kota sudah ditutup dan agak sukar
menyusup keluar dari kota yang dijaga ketat. Tidak ada penerangan dan
jalan-jalan di luar kota jauh dari aman. Ternyata Klara dan temannya yang
berani sangat berhasrat bicara dengan Fransiskus. Memang Klara mencari
penerangan lebih lanjut dari pihak Fransiskus tentang cara hidup itu dan
bagaimana dapat melaksanakan niatnya. Hubungan antara Klara dan Fran-
siskus berlangsung lebih kurang satu tahun. Jadi mereka tidak bertindak
tergesa-gesa dan tergopoh-gopoh.
Dalam waktu itu panggilan Klara menjadi matang, tekatnya diperkuat dan
rencana pelaksanaan dibuat. Tentu saja Klara tahu maksud familinya untuk
menikahkan dirinya. Ia tahu bahwa pihak keluarganya pasti berkeberatan.
Barangkali mereka masih dapat menerima bahwa bila Klara tidak mau me-
nikah, ia masuk ke salah satu biara rubiah, khusus biara yang hanya mene-
rima puteri bangsawan seperti biara S. Pietro di dekat Asisi. Tetapi mereka
pasti tidak dapat menerima bahwa Klara bergabung dengan Fransiskus bin
Pietro di Bernardone yang belum sepuluh tahun lalu mengusir keluarga di
Favarone di Offreducio dari kota Asisi. Fransiskus seorang dari kelas terhina,
warga kota, yang bermusuhan dengan kelas bangsawan. Familinya pasti
tidak dapat menerima bahwa Klara menjadi pengemis yang meninggalkan
kedudukannya sebagai putri bangsawan yang cukup berada. Klara dan Fran-
siskus tentu saja sudah menyadari bahwa bukan saja tidak akan mendapat
dukungan dari keluarga di Favarone di Offreducio, melainkan perlawanan
keras.
Rupanya Fransiskus dan Klara juga berbicara dengan Uskup di Asisi, Guido.
Mereka mendapat dukungan dari pihak Gereja. Kelompok Fransiskus sudah
52

