Page 55 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 55
Bagian II: Riwayat Hidup Santa Klara dari Asisi
disyahkan dan menurut hukum Gereja sebagai rohaniwan tidak lagi di
bawah kekuasaan sipil (negara, kota), tetapi hanya di bawah kekuasaan Ger-
eja (Uskup). Kalau Uskup mendukung rencana mereka, Fransiskus dan Klara
dapat bertumpu pada hukum Gereja guna melindungi dirinya terhadap
kuasa sipil dan tekanan dari pihak keluarga Klara. Nampaknya Uskup Guido
dapat diyakinkan, sehingga beliau menyetujui rencana Fransiskus dan Klara.
Mereka semua sepakat bahwa Klara mesti melarikan diri dan rencana akan
dilaksanakan pada hari Minggu Palma tahun 1212. Pada waktunya Uskup
akan memberi tanda bahwa segalanya beres dan rencana dapat berlangsung.
Pada hari Minggu Palma tanggal 18 Maret 1212, Klara pergi ke Gereja S. Ru-
fino guna mengikuti upacara pemberkatan palem dan perarakan. Waktu
umat pergi menerima daun palem dari tangan Uskup, Klara tidak ikut tetapi
tinggal di tempatnya. Uskup sendiri datang membawa daun palem kepada
Klara. Itulah kiranya tanda yang sudah disepakati. Uskup memberi lampu
hijau kepada Klara yang pada waktu itu berdandan pesta dan pergi ke Gereja
dengan harapan bahwa itu menjadi kali terakhir. Uskup memberkati
pelaksanaan rencana Fransiskus dan Klara.
Maka pada malam hari tanggal 18 Maret 1212, Klara melarikan diri dari ru-
mah orang tuanya. Itu musti terjadi sembunyi-sembunyi dan diam-diam.
Klara yang ditemani oleh Pacifica di Guelfuccio tidak bisa keluar melalui
pintu depan yang agaknya dikawal seperti biasa. Di Italia, sampai sekarang,
ada kebiasaan bahwa pada rumah besar ada pintu samping yang hanya dipa-
kai waktu sebuah jenazah diusung keluar. Pada waktu lain pintu itu tertutup
dengan kayu, batu dan kapur. Sukar dibuka dan biasanya diperlukan dua
pria untuk membongkarnya. Ada pun Klara dan Pacifica memakai pintu
samping itu dan dengan tangan sendiri membongkar kayu, batu dan
kapurnya. Klara sedang mengenakan pakaian dan dandanan yang pagi-pagi
dikenakannya waktu ke Gereja. Dandanan itu menjadi tanda betapa senang
Klara karena niatnya terlaksana.
Di malam hari Klara dan Pacifica berjalan kaki lebih kurang satu setengah
jam ke kapela Porziuncula. Di sana mereka ditunggu dan dijemput oleh Fran-
siskus dan teman-temannya yang membawa lilin dan obor sambil bernyanyi.
Di dalam kapela itu Fransiskus sendiri memotong rambut pirang Klara dan
memberinya kerudung. Pakaian pesta Klara diganti dengan jubah seperti
53

