Page 52 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 52

Bagian II: Riwayat Hidup Santa Klara dari Asisi

                                            BAB III
                                    DICULIK BAGI TUHAN
           Pada latar belakang “rohani-religius” seperti digariskan di atas dapat ditem-
           patkan  Fransiskus  dan Klara  di  Favarone  di  Offreducio.  Sudah  dikatakan
           bahwa Klara sudah cukup berumur, tidak mau masuk biara dan tidak mau
           menikah. Ia pasti mendengar dan melihat macam-macam gerakan dan ke-
           lompok  keagamaan  baru  yang  mencari  dan  mengusahakan  suatu  hidup
           keagamaan intensip dengan gaya dan bentuk baru. Sudah barang tentu ban-
           yaknya gerakan dan kelompok itu membingungkan. Klara kiranya tertarik,
           tetapi tidak tahu persis bagaimana, belum dapat menentukan kalau-kalau
           bergabung dengan salah satu kelompok atau tidak. Sudah dikatakan bahwa
           gerakan-gerakan itu menghanyutkan sejumlah kaum bangsawan, baik pria
           maupun  wanita.  Tersiar  cerita-cerita  tentang  macam-macam  tokoh  yang
           “bertobat” dan mulai menempuh jalan Injili, jalan rasuli, jalan kemiskinan
           dan pertapaan.
           Salah satu dari tokoh itu tampil di kota Asisi sendiri. Namanya Fransiskus
           bin  Pietro  di  Bernardone.  Sejak  tahun 1206 Fransiskus  yang  berbentrokan
           dengan ayahnya, seorang pedagang terkemuka dan kaya raya, menjadi buah
           bibir di kota Asisi dan sekitarnya. Oleh ayahnya ditolak sebagai anak dan
           seluruh harta milik dan warisan ditinggalkan Fransiskus. Ia hidup sebagai
           “poenitens”, mengemis di kota, memperbaiki Gereja-Gereja, antara lain Ger-
           eja San Damiano dan Porziuncula, dan merawat orang-orang kusta di lep-
           roseri-leproseri sekitar Asisi. Ia pun tidak segan-segan berkhotbah di jalan-
           jalan  kota dan  mengajak  warga-warga kota untuk bertobat  dan  berdamai
           satu  sama  lain.  Lama  kelamaan  beberapa  orang  terkemuka  di  Asisi  ber-
           gabung dengan Fransiskus. Dan peristiwa itu pun ramai dibicarakan di Asisi.
           Malah  Paus  Innocentius  III  (1209/1210)  menyetuji  gerakan  kecil  yang
           dilahirkan  Fransiskus,  sebab  Paus  berkesan  kelompok  itu  tidak  condong
           menuruti  sekian  banyak  kelompok-kelompok  lain  yang  melawan  Gereja
           resmi dan menjadi bidaat.

           Setelah Klara bersama dengan keluarga di Favarone pada tahun 1205 dapat
           kembali ke Asisi dari pembuangan di Perugia, tidak dapat tidak ia mende-
           ngar tentang Fransiskus serta kelompoknya yang mulai tampil. Tidak mus-
           tahil juga bahwa perdamaian antara “minores” (warga kota) dan “majores”

           50
   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57