Page 57 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 57

Bagian II: Riwayat Hidup Santa Klara dari Asisi

           dalam gereja S. Paolo, apa lagi yang memegang altar, tidak boleh dibawa
           keluar  dengan  paksaan  dan  kekerasan.  Agaknya  semuanya  direncanakan
           sebelumnya  oleh Klara dan  Fransiskus.  Dan  para  rubiah  S. Paolo kiranya
           tahu duduk perkaranya. Rombongan kesatria pulang dengan tangan hampa
           ke Asisi.
           Tidak lama Klara tinggal di biara S. Paolo. Tanggal 3 April 1212 ia pindah
           tempat ke biara Benediktines lain, yaitu Sant’Angelo di Panzo, yang terletak
           di lereng gunung Subasio. Tidak jelas mengapa Klara merasa perlu pindah
           tempat. Mungkin para rubiah di S. Paolo akhirnya toh mau menghindarkan
           kesulitan lebih lanjut dari pihak famili Klara.
           Di tempat titipan baru itu, adik Klara yaitu Agnes yang baru berumur lebih
           kurang 15 tahun, menggabungkan diri dengan kakaknya. Agnes juga diam-
           diam melarikan diri dari rumah, entah bagaimana. Menurut hukum, Agnes
           sudah “dewasa”, sehingga tidak dapat diambil tindakan. Fransiskus sendiri
           datang menerima Agnes. Tetapi keluarga di Favarone segera mengambil tin-
           dakan. Sebanyak duabelas kesatria lengkap dengan senjata datang mengam-
           bil Agnes. Kali ini mereka mengambil tindakan kekerasan. Meskipun Klara
           mendoakan adiknya, Agnes diseret keluar dan dibawa lari. Tetapi kesatria-
           kesatria itu tidak jauh maju, entah apa yang terjadi, tetapi di tengah jalan
           mereka meninggalkan Agnes tergeletak di pinggir jalan. Menurut legenda,
           Agnes  atas  doa  Klara  menjadi  begitu  berat,  sehingga  tidak  terpikul  lagi.
           Agaknya  “berat”  itu  menekan  suara  hati  para  kesatria.  Tengkorak  Agnes
           masih tersimpan sampai hari ini. Pada tengkorak itu ada bekas luka berat.
           Mungkin terjadi waktu Agnes diseret keluar biara Sant’Angelo. Barangkali
           Agnes  menderita  luka  secara  serius  dan  pingsan.  Kesatria-kesatria  itu
           kiranya menjadi takut kalau-kalau Agnes mati dan mereka dianggap pem-
           bunuh dengan segala akibatnya. Karena itu mereka meninggalkan Agnes di
           jalan. Lalu Agnes dibawa kembali ke biara Sant’Angelo dan setelah dirawat
           tinggal di sana bersama dengan kakaknya dan Pacifica.

           Beberapa minggu kemudian, yakni awal Mei 1212, Klara dengan kedua te-
           mannya pindah lagi. Uskup Guido menemukan sebuah tempat bagi mereka.
           Di luar kota Asisi, sekitar lebih kurang satu kilometer jauhnya, ada sebuah
           komplek  kecil  dengan  gereja  S.  Damiano.  Uskup  Guido  menghadiahkan
           komplek itu kepada Klara dan temannya. Jelaslah Uskup tetap mendukung


                                                                                   55
   52   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62