Page 59 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 59
Bagian II: Riwayat Hidup Santa Klara dari Asisi
cinta Kristus dan berpedoman Injil-Nya, tidak kurang radikal dalam memu-
tuskan hubungan dengan klasnya sendiri serta segala apa yang di sana
dijunjung tinggi. Kedua mahluk itu secara sosial seolah-olah terkatung-
katung dan melayang-layang di luar dan di atas segala struktur, sipil dan
gerejani yang tersedia, saling bertemu dan memulai sesuatu yang baru, yang
seluruhnya hanya ditentukan oleh Kristus serta Injil-Nya. Mereka bersama-
sama memulai suatu dunia dan masyarakat baru. Bentrokan lahiriah yang
dialami itu tidak lain dari cetusan kekuatan Injil yang dapat mendobrak
segala apa yang termasuk ke dalam “dunia lama” dan yang membuka pintu
bagi dunia baru, dunia injili. Ada bentrokan antara dunia lama dengan nilai-
nilainya dan dunia baru dengan nilai-nilainya yang langsung bertentangan
dengan yang sudah-sudah.
Tentu saja Fransiskus bersama Klara baru mulai. Tetapi seumur hidupnya
kedua tokoh itu tidak mundur selangkah pun. Sebaliknya, sekuat tenaga
mereka terus memperjuangkan apa yang mereka sudah awali. Boleh disa-
yangkan bahwa mereka yang agak segera membanjir menggabungkan diri
dengan Fransiskus dan Klara, tidak mampu dan tidak berhasil membangun
terus atas landasan yang diletakkan Fransiskus di Porziuncula dan Klara di
S. Damiano. Terlalu banyak dari antara “would be” pengikut itu kembali
membawa masuk dunia lama serta nilai-nilainya ke dalam dunia injili cip-
taan Fransiskus dan Klara. Alhasil: suatu campuran yang tidak seluruhnya
duniawi dan tidak seluruhnya injili, setengah-setengah saja. Itu mungkin
sesuai dengan kerapuhan manusia, tetapi tidak sesuai dengan maksud Fran-
siskus, dan Klara. Sebab – mengingat kesaksian “wasiat” Fransiskus dan
Klara – kedua tokoh itu sampai akhir hayatnya mempertahankan dan mem-
perkokoh awalnya. Dan satu-satunya daya kekuatan mereka ialah cinta
kepada Kristus serta Injil-Nya dan cinta Kristus kepada dua orang pilihan-
Nya. Fransiskus dan Klara benar-benar menyerap seluruh cinta itu dan apa
saja yang lain tidak lagi berarti bagi mereka.
BAB IV
MERUMUSKAN PRINSIP
Pada awal bulan Mei tahun 1212 – dua tahun setelah gaya hidup Fransiskus
serta teman-temannya disyahkan oleh Paus Innocentius III – Klara dan paling
57

