Page 58 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 58
Bagian II: Riwayat Hidup Santa Klara dari Asisi
Klara. Mungkin sekali jauh sebelumnya sudah ada rencana memberi kom-
plek itu kepada Klara sebagai tempat tinggal. Sekarang ledakan amarah
keluarga di Favarone sudah mereda, sehingga rencana itu dapat dilak-
sanakan. Kekuatan Klara dan teman-teman telah terbukti, ancaman langsung
tidak ada lagi. Maka Klara dapat menempati komplek itu. Sebelumnya tentu
saja tidak aman. Bila Klara serta temannya Pacifica pergi ke S. Damiano,
mereka sendirian tanpa perlindungan, mereka sama sekali tidak berdaya ter-
hadap kaum keluarga. Tetapi selanjutnya Klara tidak lagi terganggu oleh
familinya.
Ada berita yang dikutip Klara dalam wasiatnya, bahwa dahulu ketika Fran-
siskus memperbaiki gereja S. Damiano, ia sudah meramalkan bahwa “di sana
di gereja itu akan tingal wanita-wanita”. Apakah itu suatu “vaticinium ex
eventu” atau terlebih sebuah tanda bahwa Fransiskus pada waktu itu, entah
kapan, sudah mempunyai pikiran bahwa wanita juga akan menggabungkan
diri dengan gaya hidupnya yang baru? Boleh dipertanyakan juga apakah
Uskup Guido dahulu sudah mempunyai rencana membuat komplek milik
keuskupannya itu, menjadi biara wanita dengan gaya hidup yang baru? Ru-
panya Uskup sejak awal melihat sesuatu yang sangat bernilai dalam gerakan
yang mulai dilahirkan Fransiskus.
Awal pelaksanaan panggilan Klara cukup dramatis, tegang dan seram sep-
erti tema sebuah film. Tetapi di bawah permukaan dramatis itu tersembunyi
sesuatu yang lebih mengesankan. Klara tidak melarikan diri, seperti sekian
banyak puteri, oleh karena jatuh cinta kepada pemuda Fransiskus. Se-
baliknya Klara jatuh cinta kepada Yesus Kristus serta Injil-Nya, sebagaimana
itu diartikan baginya oleh pemuda Fransiskus, yang juga jatuh cinta, bukan
kepada pemudi Klara di Favarone di Offreducio, melainkan kepada Yesus
dan Injil yang sama. Dalam Yesus Kristus itu Klara dan Fransiskus menjadi
satu tak terpisah lagi. Menjadi bukti kekuatan cinta Kristus dan daya Injil-
Nya. Baik diingat kembali bahwa Fransiskus dan Klara masuk dalam kelas
sosial yang di masa itu secara radikal bertentangan satu sama lain. Fransiskus
termasuk kelas warga kota yang pamornya sedang naik dan Klara termasuk
kelas bangsawan yang pamornya sedang menurun, merosot dan mengendor.
Karena cintanya kepada Yesus Kristus dan berpedoman Injil-Nya, Fransis-
kus secara radikal memutuskan hubungan dengan kelasnya sendiri serta
segala nilai yang dijunjung tinggi oleh kelas itu. Klara pun demikian, karena
56

