Page 60 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 60

Bagian II: Riwayat Hidup Santa Klara dari Asisi

           tidak dua temannya (Agnes dan Pacifica), barangkali tiga, menetap di kom-
           plek St. Damiano di luar kota Asisi. Dan Klara akan tinggal di situ sampai
           akhir hidupnya pada tahun 1253.

           Belum ada  suatu  pedoman hidup,  apa  pula  pengesahan  resmi  dari  pihak
           Gereja, meskipun ada dukungan dari pihak Uskup setempat. Namun demi-
           kian bagi Klara arah dasar hidup mereka cukup jelas dan mantap. Dengan
           caranya sendiri ia ingin mewujudkan gaya hidup Fransikus tanpa begitu saja
           menjiplak  Fransiskus  serta  teman-temannya. Sejak  awal  Klara  mau hidup
           secara terkurung di luar masyarakat ramai dan sekaligus cukup dekat juga.
           Sudah pasti ia tidak berpikir akan kemungkinan untuk hidup secara aktip,
           seperti Fransiskus dan teman-temannya, berarti: dalam kemiskinan mutlak
           mengikuti jejak Kristus sambil berkeliling mewartakan Injil pertobatan. Di
           masa itu memang ada kelompok-kelompok wanita yang menempuh jalan
           hidup semacam itu, sesuai dengan kemungkinan yang nyata bagi wanita da-
           lam masyarakat di zaman itu. Tetapi Klara dan Fransiskus tidak pernah ber-
           fikir ke arah itu, tidak ada satu pun tanda bukti pernah ada pikiran itu. Di
           lain pihak Klara juga tidak mau mencontoh “hidup membiara” para rubiah,
           seperti dikenalnya dahulu dan beberapa minggu lamanya dialaminya di St.
           Paolo dan St. Angelo. Tentu saja ada berita bahwa Klara pernah mengucap-
           kan hasrat menjadi “martir” dengan pergi kepada orang tak beriman guna
           mentobatkan mereka. Tetapi ini hanya “pium desiderium”, hasrat yang saleh
           belaka.  Hidup  sebagai  rubiah  tradisional  tidaklah  mungkin,  sebab  Klara
           secara dasariah menolak prasyarat cara hidup itu, yakni harus milik tetap
           yang menjamin kehidupan. Kemiskinan real untuk mengikuti Kristus yang
           miskin menjadi dasar dan janminan seluruh cita-cita Klara (dan Fransiskus).
           Nafkah mesti dicari dengan cara lain, entah dengan bekerja, entah dengan
           menerima derma dan bantuan dari orang yang baik hati.

           Maka Klara sendiri, dengan bantuan Fransiskus, mesti mencari bentuk per-
           wujudan konkrit dalam cara hidup yang serasi dengan cita-cita dasarinya.
           Tidak tersedia contoh atau model baginya.
           Rupanya agak segera Fransiskus (bersama Klara?) menulis bagi Klara serta
           teman-temannya suatu “Pola Dasar Hidup”. Sebagiannya dikutip Klara da-
           lam Anggaran Dasar yang dikarangnya menjelang akhir hidupnya. Pola Da-
           sar hidup itu agak serupa dengan Pola Dasar Hidup yang ditulis Fransiskus


           58
   55   56   57   58   59   60   61   62   63   64   65