Page 62 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 62

Bagian II: Riwayat Hidup Santa Klara dari Asisi

           dikatakan pekerjaan yang mana dan di mana. Sebaliknya para rubiah menja-
           min penghidupannya dengan harta milik, seperti tanah, kebun anggur, ke-
           bun zaitun dan sebagainya, yang dikerjakan orang lain. Pokoknya informasi
           yang diberikan Yakobus dari Vitry agak kabur. Karena itu tidak dapat dipa-
           kai untuk mendukung pendapat bahwa Klara dan teman-temannya mula-
           mula merawat orang sakit (kusta), seperti memang dibuat Fransiskus dan
           kawan-kawannya.  Nama  “saudari-saudari  dina”  juga  tidak  dikenal  dari
           sumber-sumber lain. Mungkin nama itu diberikan rakyat kepada kelompok-
           kelompok  wanita  yang  mirip  dengan  “Saudara-saudara  Dina”.  Tetapi
           bagaimana pun juga, empat tahun setelah Klara menetap di St. Damiano ada
           beberapa kelompok serupa yang mempunyai cirinya sendiri berbeda dengan
           yang tradisional.
           Mereka cukup laku pada rakyat. Sebab Yakobus dari Vitry masih menam-
           bahkan bahwa “saudari-saudari dina” itu tidak senang dengan sikap rohani-
           wan dan awam yang menghormati mereka lebih dari pada mereka inginkan.
           Menurut penilaian Yakobus sendiri, gaya hidup mereka memang suatu cara
           baru untuk mengikuti Yesus Kristus.
           Meskipun Yakobus dari Vitry tidak secara langsung berbicara tentang ke-
           lompok Klara di St. Damiano, namun cara hidup mereka lebih kurang sama
           dengan yang diamati Yakobus pada “saudari-saudari dina” itu. Di St. Dami-
           ano mereka bertiga (Klara, Pacifica, Agnes) memulai hidup seperti itu. Tetapi
           pada tahun 1212 itu juga ada dua wanita lain yang bergabung, yakni Benve-
           nuta dan Filipa, dua puteri bangsawan Asisi. Mereka hidup bersama tanpa
           banyak  perlindungan,  berdoa  dan  bekerja,  seluruhnya  diserap  oleh  cita-
           citanya yang mempribadi bagi mereka dalam Yesus Kristus yang memikat
           hati mereka. Mengingat awal itu Klara dalam Anggaran Dasarnya menulis
           tentang  “kemiskinan,  kesusahan,  kedinaan  dan  kehinaan  di  mata  dunia
           ramai, sedangkan mereka sendiri menilai semuanya itu sebagai kesukaan”.
           Masih tetap mesti dicari bentuk lebih terperinci lagi bagi “Pola Dasar Hidup”
           yang disusun  Fransiskus.  Tidak  dapat  diragukan,  bahwa  Klara  mendapat
           cukup banyak nasehat dan pertimbangan Fransiskus serta teman-temannya.
           Mereka sendiri juga masih mencari bentuk lebih terperinci bagi gaya hidup-
           nya.  Klara  dalam  Anggaran  Dasar  dan  wasiatnya  memberikan  kesaksian
           bahwa  Fransiskus  selalu  memprihatinkan  Saudari  miskin  di  St.  Damiano.


           60
   57   58   59   60   61   62   63   64   65   66   67