Page 69 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 69
Bagian II: Riwayat Hidup Santa Klara dari Asisi
melawan apa yang kami tetapkan dan teguhkan melalui surat ini, maka tokoh
itu, setelah ia insaf dan tiga kali dinasehati, dipecat dari jabatannya dan marta-
batnya, kecuali bila ia sudah meluluskan kesalahannnya dengan denda yang
setimpal. Hendaklah diketahui bahwa bersalah di hadapan pengadilan Allah ka-
rena tindakan kekerasan itu. Ia harus dicegah dari Tubuh dan Darah Allah kita,
Tuhan Yesus Kristus, dan dalam penghakiman terakhir ia kiranya ditimpa
hukuman balasan yang keras.
6. Hendaknya damai sejahtera Tuhan kita Yesus Kristus beserta dengan kalian
semua dan dengan rumah kalian, tempat kasih dalam Kristus kalian amalkan.
Dan semoga mereka memetik buah basil amalnya dan mendapat pahala berupa
kedamaian kekal dari tangan Hakim tegas. Amin.
Surat kepausan itu tidak hanya bernafaskan cita-cita Klara (mengikuti jejak-
jejak Kristus dalam kemiskinan menyeluruh, kasih persaudaraan), tetapi juga
memperlihatkan rasa simpatik Sri Paus dengan usaha Klara dan teman-
temannya. Nada keras ancaman (ekskomunikasi dari Ekaristi; interdikt) me-
mang biasa dalam surat semacam itu. Tetapi nada itu memperlihatkan
bahwa Paus sungguh-sungguh dalam dukungannya. Dengan larangannya
bahwa mereka yang tidak menyetujui kemiskinan itu tidak boleh tinggal di
St. Damiano Klara diberi alat ampuh untuk menangkis bahaya bahwa ke-
lompoknya kemasukan unsur-unsur yang merosotkan cita-citanya.
Menarik perhatian bahwa pada tahun 1216 Paus menganggap gaya hidup
kelompok St. Damiano sebagai “hidup regular” (kebiaraan: menurut “regu-
la”, meskipun tidak ada regula!). Kelompok itu tidak dianggap sekelompok
wanita aktip (seperti misalnya Beghin) atau sebagai kelompok “petapa” (er-
emitae, reclusae). Rupanya Klara dalam permohonannya menggambarkan
kelompoknya dengan cara demikian. Akhirnya perlu diperhatikan bahwa
“privilegium paupertatis” itu hanya diberikan kepada kelompok di St. Dam-
iano, tidak hanya untuk sekarang, tetapi juga untuk masa depan. Diandaikan
kelompok itu terus akan ada. Maka kelompok itu dianggap dan diperla-
kukan sebagai suatu lembaga tersendiri dan badan hukum yang dapat diberi
dan memakai hak-hak (istimewa). Begitu surat itu sebenarnya mengesahkan
gaya hidup Klara di dalam rangka Gereja Katolik dan tata hukumnya.
Apa sebenarnya paling penting ialah: Surat kepausan itu menyatakan bahwa
gaya hidup Klara yang dapat dipadatkan dalam “kemiskinan mutlak dan
67

