Page 72 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 72

Bagian II: Riwayat Hidup Santa Klara dari Asisi

           Hugolinus paling sedikit mendengar tentang Klara dan “Privilegium pau-
           pertatis”.  Kemudian  antara  Klara  dan  Hugolinus  terjalinlah  persahabatan
           yang cukup akrab. Ada surat menyurat ramai antara Klara dengan Hugo-
           linus yang kemudian menjadi Paus Gregorius IX. Sayang surat-surat Klara
           hilang tetapi ada dua surat Hugolinus/Gregorius IX masih tersimpan. Me-
           mang pikiran dan rencana Hugolinus tidak selalu sejalan dengan pikiran dan
           rencana Klara. Tetapi perbedaan pendapat itu tidak pernah mengendorkan
           atau memutuskan hubungan dan penghargaan timbal-balik. Hugolinus ber-
           watak luhur dan bersemangat tinggi. Pada dasarnya ia selalu mendukung
           Fransiskus  dan  Klara.  Tetapi  sebagai  pejabat  dan  pemimpin  Gereja,  ia
           sekaligus ingin memanfaatkan gerakan Fransiskus-Klara itu sebagai saran
           politik gerejani.
           Hugolinus mempunyai beberapa pembantu yang berfungsi sebagai pelak-
           sana untuk dan atas nama kekuasaan Paus menangani penertiban kelompok-
           kelompok  wanita  di  Umbria  dan  Toskane.  Seorang  pembantunya,  yaitu
           seorang rahib sistersien, bernama Ambrosias. Ia ditugaskan sebagai “visita-
           tor” bagi kelompok Klara dan kelompok-kelompok lain yang serupa. Tetapi
           pada tahun 1218 atau 1219 Hugolinus sendiri mengunjungi St. Damiano. Ke-
           lompok itu amat mengesankan di hatinya dan mempertebal simpatinya. Ia
           tidak mau terlalu memaksakan dirinya serta rencananya kepada kelompok
           itu. Itu terbukti oleh surat yang ditulis Hugolinus seusai kunjungannya. Ia
           menyebut Klara sebagai “ibu keselamatannya”.

           Namun sebagai petugas Paus dan dengan pikiran serta rencananya sendiri,
           Hugolinus tetap mesti menertibkan gerakan wanita di Umbria dan Toskane.
           Dapat dipahami bahwa Hugolinus, bekas abas Kamaldulens, melihat Ben-
           ediktus dalam versi Sistersien sebagai suatu model yang dapat dimanfaat-
           kan. Maka pada tahun 1218/1219 Hugolinus menulis sebuah Anggaran Da-
           sar, yang olehnya disebut sebagai Anggaran Dasar Benediktus. Tetapi Ang-
           garan  Dasar  Benediktus  hanya  merupakan  dasar  dan  latar  belakang  saja.
           Hugolinus  menambah  sejumlah  aturan  dan  penetapan  atau  “konstitusi-
           konatitusi” yang merincikan dan lebih lanjut mengatur kehidupan yang ber-
           dasarkan Anggaran Dasar Benediktus. Konstitusi-konstitusi itu sebenarnya
           konstitusi yang disusun oleh Petrus Damianus dan diikuti oleh para rahib-
           petapa Kamaldulens di Fonte Avalana dan konstitusi biara Benediktenes St.
           Paolo di gunung Subasio. Jadi Hugolinus hanya menggabungkan beberapa
           70
   67   68   69   70   71   72   73   74   75   76   77