Page 65 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 65
Bagian II: Riwayat Hidup Santa Klara dari Asisi
ialah: mengatur kehidupan Gereja sendiri, mengadakan pembaharuan Ger-
eja yang dilanda pelbagai bidaat dan gejolak rohani-sosial. Konsili Lataran
IV sebuah Konsili besar-besaran dan praktis seluruh umat Kristen ikut serta
di dalamnya. Hanya Gereja Timur hampir saja tidak hadir. Kecuali uskup-
uskup ikut serta juga beberapa ordo religius yang besar, banyak raja dan pe-
jabat-pejabat sipil lainnya. Konsili mengeluarkan “constitutiones” (penen-
tuan), sebanyak 17 Konstitutiones itu mengenai macam-macam pokok dan
masalah, terutama masalah praktis.
Ada satu “constitutio” yang langsung menyangkut kelompok Klara. “Con-
stitutio 13” melarang mendirikan ordo religius baru, sebab jumlahnya yang
terlalu besar hanya mengacaukan kehidupan Gereja. Kelompok-kelompok
religius yang sudah ada tetapi belum mempunyai Anggaran Dasar yang dis-
yahkan, mesti mengadopsi salah satu Anggaran Dasar yang disyahkan lebih
dahulu. Penentuan itu misalnya menyebabkan bahwa Dominikus terpaksa
mengambil Anggaran Dasar Agustinus sebagai pegangan ordonya. Juga ke-
lompok Klara menjadi terjepit. Mereka tidak mempunyai Anggaran Dasar
yang disyahkan. Anggaran Dasar Fransiskus tidak dapat diambil alih oleh
karena hanya disyahkan secara lisan dan belum secara definitip. Kalau Klara
dengan gaya hidup kontemplatipnya mesti mengadopsi salah satu Anggaran
Dasar yang sudah ada, maka hampir pasti mesti menerima Anggaran Dasar
Benediktus yang paling laku di zaman itu dan itu pun menurut versi para
Sistersien, yang besar sekali pengaruhnya baik dalam konsili Lateran IV
maupun Pada pimpinan Gereja Roma.
Fransiskus sendiri barangkali hadir dalam Konsili Lataran IV dan paling
sedikit tahu tentang penetapan tersebut. Ia sendiri masih terluput tetapi
bagaimana Klara? Sudah pasti Fransiskus dan Klara yang mau “katolik” se-
luruhnya, tidak berpikir untuk mendurhaka dan menolak keputusan konsili,
seperti beberapa kelompok lain. Di lain pihak mengadopsi Anggaran Dasar
Benediktus berarti: menjadi Benediktines, hal mana tidak diinginkan Klara.
Sebab kemiskinan tertinggi yang dianggapnya dasariah tidak mungkin di-
pertahankan dalam rangka Anggaran Dasar Benediktus. Maka masalahnya
sebagai berikut: Bagaimana dalam rangka Gereja dan tata hukumnya mem-
pertahankan cita-cita dan gaya hidup Klara?
Ada berita bahwa “tiga tahun setelah bertobat”, Klara atas desakan Fransis-
63

