Page 64 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 64
Bagian II: Riwayat Hidup Santa Klara dari Asisi
utuh dan lengkap.
Begitulah pada tahun 1215 prinsip-prinsip dasar gaya hidup kelompok Klara
sudah dirumuskan. Inspirasi dasariah tercantum dalam Pola Dasar Hidup,
sedangkan kerangka lahiriah ditentukan sebagai gaya hidup kontemplatip.
Kerangka itu memang diambil dari tradisi kerahiban dan bukan ciptaan
Klara atau Fransiskus. Tetapi kerangka lahiriah yang sama itu diisi dan diji-
wai oleh semangat Injili yang baru. Ditinjau dari segi itu gaya hidup Klara
merupakan suatu pembaharuan tradisi kerahiban dan penyegarannya.
BAB V
MENCARI TEMPAT DALAM GEREJA KATOLIK
Pada tahun 1215 kelompok di St. Damiano belum mendapat kedudukan
resmi dalam Gereja Katolik. Pengesahan gaya hidup Fransiskus serta teman-
temannya oleh Paus Innocentius III pada tahun 1209/1210 tidak begitu saja
berlaku bagi kelompok kecil di St. Damiano. Pola Dasar Hidup mereka me-
mang mirip dengan Pola Dasar Hidup kelompok Fransiskus yang disyahkan
oleh takhta apostolik. Tetapi pengesahan lisan itu tidak begitu saja dapat
dipindahkan. Dukungan dari pihak Uskup Guido memang sangat berharga,
tetapi belum juga boleh dianggap sebagai pengesahan resmi, yang
diturunkan oleh takhta apostolik. Meskipun Fransiskus dan Klara sejak awal
mau sungguh-sungguh Katolik dan di bawah pimpinan Gereja, namun tidak
ada satu pun tanda bukti bahwa mereka pernah meminta pengesahan resmi
atas Pola Dasar Hidup bagi Klara. Rupanya Klara dan Fransiskus tidak me-
rasa bahwa halnya mendesak. Klara kan sudah langsung di bawah
kekuasaan Gereja, oleh karena dianggap semacam “rubiah”. Tetapi pokok-
nya kedudukan kelompok St. Damiano di dalam tata hukum Gereja tidak
jelas sama sekali.
Tetapi pada tahun 1215 terjadi sesuatu yang mempercepat perkembangan.
Peristiwa itu ialah diadakannya Konsili Lataran IV, yang sejak 1213 disiapkan
oleh Paus Innocentius III. Konsili Lataran IV adalah di antara yang paling
panting pada abad pertengahan. Konsili itu dikumpulkan Innocentius III
dengan dua maksud utama yaitu: Mengorganisasikan suatu “perang salib”
baru melawan orang Turki (Islam) yang baru saja berhasil merebut Tanah
Suci. Kedua – dalam pandangan Innocentius III – barangkali maksud utama
62

