Page 77 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 77

Bagian II: Riwayat Hidup Santa Klara dari Asisi

           Anggaran Dasar karangan Klara dan praktek di St. Damiano, juga dalam hal
           pingitan. Anggaran Dasar Isabella itu membuktikan praktek yang sudah ada
           pada pengikut-pengikut Klara. Begitu pula Anggaran Dasar yang diberikan
           Paus Urbanus IV (1263), yang sekali lagi ditulis dengan bantuan Bonaven-
           tura, memuat kaul ke empat. Kaul keempat itu sampai masa itu tidak ter-
           dapat pada rubiah lain, sehingga merupakan keistimewaan pengikut-pengi-
           kut Klara. Dari mana itu, kalau tidak dari Klara dan St. Damiano?

           Agaknya Klara melihat pingitan sebagai sesuatu yang sesuai dengan cita-
           citanya yang didukung oleh aturan lahiriah itu. Pingitan melambangkan dan
           mendukung ikatan dengan Yesus Kristus yang miskin, yang secara eksklusip
           mau dicintai dan diikuti. Menarik perhatian bahwa dalam Anggaran Dasar
           Klara aturan-aturan mengenai pingitan sedikit terserak-serak dan dikaitkan
           pada apa yang dikatakan mengenai kemiskinan tertinggi. Pingitan rupanya
           dilihat sebagai sesuatu yang mendukung kemiskinan itu. Memang rubiah
           yang tidak mempunyai harta milik dan terkurung di rumah, tak mungkin
           menjadi  kaya  dan  bergantung  seluruhnya  pada  kebaikan  Tuhan  yang
           disalurkan melalui kemurahan hati manusia.
           Karena semuanya itu pingitan oleh Klara tidak dipahami dan dipraktekkan
           sebagai  “hukum”  yang mesti  dilaksanakan  secara  ketat,  entah  untuk apa.
           Klara  tidak  mengandaikan  semangat  legalis,  melainkan  semangat  cinta
           kepada Yesus yang miskin yang secara nyata disalurkan melalui pingitan.
           Maka pingitan tidak dirasakan sebagai beban, kurungan, pengendalian dan
           pengekangan kebebasan. Klara menghendaki bahwa pengikut-pengikutnya
           menjadi kontemplatip sejati dalam kemiskinan tertinggi demi cinta kepada
           Yesus yang miskin. Untuk mencapai itu Klara memakai segala sarana yang
           tersedia.

           Dalam  kerangka  kontemplatip  itu,  Klara  menghayati  karisma  Fransiskus
           dengan caranya sendiri, lain dari pada caranya Fransiskus serta teman-te-
           mannya menghayatinya. Klara tentu saja yakin bahwa karisma Fransiskus
           dapat dan mesti disalurkan melalui hidup kontemplatip. Tetapi ia pun yakin
           bahwa  tidak  boleh  dikurung  di  dalamnya.  Sama  seperti  Fransiskus  yakin
           bahwa karisma yang sama dapat dan mesti disalurkan melalui hidup aktip,
           namun tidak boleh dikurung di dalamnya. Klara berbagi tugas dengan Fran-
           siskus, supaya karisma yang sama sungguh menjadi lengkap dan utuh.


                                                                                   75
   72   73   74   75   76   77   78   79   80   81   82