Page 98 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 98
Bagian II: Riwayat Hidup Santa Klara dari Asisi
perawan maupun yang bersuami, yang di tempatnya masing-masing men-
coba meneladani gaya hidup baru, seperti dianjurkan Klara. Pengaruh itu
tentu saja terutama terasa di kalangan para “poenitentes”. Dengan demikian
juga di sekitar St. Damiano, sama seperti di sekitar Fransiskus, mulai berkem-
bang sesuatu yang boleh diistilahkan sebagai semacam “Ordo Ketiga” St.
Klara.
Klara dan komunitasnya di St. Damiano memang membutuhkan kekuatan
batiniah yang luar biasa untuk menghadapi serangan terakhir atas cita-
citanya dan terus berpegang pada peringatan Fransiskus yang terakhir ini:
“Hendaklah kalian awas sekali, jangan sampai kalian sedikit pun mundur
dari hidup tersuci dan kemiskinan itu atas ajaran atau nasehat siapa pun”.
Serangan yang amat halus itu sekali lagi datang dari instansi tertinggi Gereja
Katolik, yakni Paus, Innocentius IV. Paus itu melarikan diri ke Perancis, ke
kota Lyon (dari tahun 1244 sampai 1251) terhadap Kaisar Fredrik II untuk
mendapat perlindungan dan dukungan dari pihak raja Perancis (Ludovikus
IX yang bersimpati dengan gerakan Fransiskan). Salah satu masalah Paus
ialah soal yang sudah lama berlarut-larut: Situasi biara-biara yang lebih ku-
rang bergabung dengan St. Damiano dan berkiblat ke situ masih tetap jauh
dari jernih dan jelas.
Maka pada tahun 1247 Innocentius mengeluarkan suatu Anggaran Dasar
baru bagi biara-biara itu. Paus, agaknya mau melayani sedikit keinginan
pengikut-pengikut Klara dan Agnes dari Praha. Anggaran Dasar ciptaan
Hugolinus/Gregorius IX dicabut. Anggaran Dasar yang baru itu oleh Ino-
sentius IV disebut sebagai “Anggaran Dasar Fransiskus”. Pembinaan para
saudari dipercayakan kepada Saudara-Saudara Dina. Yang terakhir ini tentu
saja menyenangkan Klara. Tetapi ia tidak dikelabui oleh sebutan muluk-
muluk: “Anggaran Dasar Fransiskus”. Sebab Anggaran dasar itu sebenarnya
tidak bersangkutan sedikit pun dengan Fransiskus. Bebarapa hal dalam Ang-
garan Dasar baru itu diatur dengan lebih lunak dari pada dalam Anggaran
Dasar Hugolinus/Gregorius IX, khususnya sehubungan dengan puasa. Paus
sebenarnya hanya mengesahkan apa yang sudah lama dipraktekkan.
Demikian pula penetapan sehubungan dengan kemiskinan. “Privilegium
paupertatis” sejak awal hanya diberikan kepada St. Damiano. Kemudian di-
perluas juga untuk biara di Monticeli, Perugia dan Praha. Biara-biara lain
96

