Page 97 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 97

Bagian II: Riwayat Hidup Santa Klara dari Asisi

           dirinya dan di dalam orang lain”. Saling memaafkan dan mengampuni men-
           jadi kaidah yang tertinggi. Memeliham persatuan kasih persaudaraan dan
           ketentraman mesti menjadi keprihatinan semua, sebab persatuan kasih tim-
           bal-balik merupakan pengikat yang membulatkan kesempurnaan. Karena itu
           salah satu ajakan tertulis yang terakhir diberikan Klara kepada kelompok di
           St.  Damiano berbunyi:  “Sambil  saling  mencintai  demi  kasih  Kristus,  hen-
           daklah kalian dengan perbuatan menyatakan di luar, kasih yang kalian taruh
           di batin. Dengan demikian para saudari tertantang oleh teladan itu semakin
           maju dalam kasih kepada Allah dan cinta satu sama lain”.
           Klara memang memahami seluruh Injil Yesus Kristus dan ingin menghayat-
           inya  secara  menyeluruh  pula.  Dan  sumber  kekuatan  sudah  barang  tentu
           tidak lain dari Roh yang mencetuskan Injil itu dan menyodorkannya kepada.
           Klara  sebagai  pedoman  hidupnya.  Maka  semua  saudari  mesti  menimba
           kekuatan di situ. Oleh karena itu “Hendaklah mereka memperhatikan baik-
           baik bahwa apa yang paling mesti mereka inginkan ialah: Mempunyai Roh
           Tuhan dalam dirinya dan daya kerja-Nya yang kudus; selalu berdoa kepada-
           Nya, dengan hati yang murni bersih; merasa diri rendah dan menjadi sabar-
           tekun dalam, kesusahan dan sakit; mencintai mereka yang menganiaya kita,
           mengecam dan mencela”. Dalam hal itu pun Klara benar-benar adalah “tana-
           man”, cangkokan sejati dari Fransikus, dan bukan “tanaman kecil”.

           Suasana  persaudaraan  rohani  itu  yang  merupakan  lingkup,  tempat  Tuan
           Puteri Kemiskinan, yang dicintai dan dipeluk Klara, tetap dapat segar dan
           cantik menawan. Sebab dalam suasana itulah para saudari dapat mengang-
           gap dan mengalami “kemiskinan, kekurangan, kedinaan dan kehinaan se-
           bagai hal yang sangat menyenangkan”.

           Sementara Klara memperkuat dengan cara demikian, “bandar kemiskinan”
           (begitulah bunyi suratan yang terukir di atas pintu masuk St. Damiano) dari
           dalam,  terpasanglah  juga  kubu  pertahanan  di  luar  tembok  St.  Damiano.
           Sebab ternyata pengaruh Klara di luar St. Damiano juga menanjak. Ia tidak
           hanya menjadi buah-bibir di kalangan bangsawan dan bangsawati dan lain-
           lain lingkungan. Memanglah di masa itu ada semacam “mode” berbincang-
           bincang tentang gejolak hidup keagamaan dan macam-macam aliran serta
           kelompok  pembaharuan  yang  bermunculan.  Tetapi  sekitar  Klara  halnya
           tidak hanya berbincang-bincang. Sebab ada cukup banyak wanita, baik yang


                                                                                   95
   92   93   94   95   96   97   98   99   100   101   102