Page 95 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 95

Bagian II: Riwayat Hidup Santa Klara dari Asisi

           sengsara  itu  pun  terungkap  dalam  kebiasaan  Klara  membaca  “Ofisi
           sengsara” karangan Fransiskus.
           Dan  Mistik  sengsara  itu  tidak  hanya  nampak  dalam  ekstase,  tetapi  juga
           secara jasmani menjadi kelihatan. Klara selama 28 tahun dalam hidupnya sa-
           kit-sakitan, kiranya juga akibat ulah-tapanya yang tidak tahu batas. Tidak ja-
           rang  Klara  mesti  tetap  di  tempat  tidurnya  dan  dari  tempat  tidur  itu  ia
           membimbing komunitasnya, sambil tidak berhenti menangani kerja tangan
           (menyulam dan sebagainya).
           Klara tidak hanya seorang mistika, tetapi juga seorang karismatika. Ia antara
           lain mendapat karunia penyembuhan. Ia banyak dicari orang sakit, sampai
           di  tempat  tidurnya.  Ternyata  tidak  sedikit  orang  yang  tertolong  olehnya.
           Hanya karisma itu kurang bermanfaat bagi diri Klara sendiri. Ia tidak me-
           nyembuhkan dirinya dari penyakitnya yang terus menjadi-jadi saja. Klara
           malah tidak terlindung terhadap celaka yang sangat fatal. Sekitar tahun 1247
           ia jatuh, tertindih daun pintu yang berat sekali. Klara tidak mampu mem-
           bebaskan  dirinya,  sehingga  mesti  ditolong  oleh  beberapa  saudari  yang
           mengangkat  daun  pintu  itu. Memang  karismata  selalu  diberi  demi  untuk
           orang lain, bukan demi si karismatik sendiri. Klara tahu hal itu, sebab juga
           dalam penderitaan jasmaninya wajahnya tetap berseri. Dan begitu di bidang
           itu pun ia memberi hati kepada para saudari. Sebab dari berita yang tersedia,
           cukup terang bahwa tidak jarang sejumlah saudari yang relatip besar dihing-
           gapi  macam-macam  penyakit.  Klara  selalu  sedapat  mungkin  menjamin
           perawatan. Hanya di masa itu ilmu kedokteran belum maju dan sebagian
           besar berupa, tahyul belaka. Karena itu selalu ada sejumlah saudari yang sa-
           kit parah yang mesti dirawat. Sebagian rumah disediakan bagi perawatan itu
           dan diberi perlengkapan yang sepadan. Di bagian rumah itu aturan-aturan
           biasa tidak berlaku lagi, supaya yang sakit selalu bisa dihibur sebaik mung-
           kin. Klara, si karismatika penyembuh orang sakit, di sana berlaku sebagai
           perawat, bukan sebagai tabib.

           Nama Klara semakin harum. Ia sendiri dapat mendengar pujiannya sendiri,
           seperti yang didengungkan Tomas dari Selano dalam riwayat hidup Fransis-
           kus yang dikarang oleh Saudara Dina sasterawan itu. Bunyinya sebagai beri-
           kut: “Di atas dia (Klara) menjulang tinggi bangunan meriah berhiaskan mutiara
           paling  berharga,  yang  mendapat  pujian  dari  Allah,  bukan  dari  manusia.  Sebab


                                                                                   93
   90   91   92   93   94   95   96   97   98   99   100