Page 81 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 81

Bagian II: Riwayat Hidup Santa Klara dari Asisi

           yang dibangun Klara di komplek St. Damiano. Tidak mustahil pula Klara
           pernah mengunjungi Fransikus di Porziuncula. Betapa erat hubungan itu ter-
           ungkap  dalam  sebuah  mimpi  yang  diceritakan  Klara  kepada  teman-te-
           mannya.  Ia  bermimpi  bahwa  membawa  sebuah  baskom  dengan  handuk
           kepada Fransiskus. Klara naik tangga yang tinggi, tetapi rasanya seolah-olah
           menjalani tanah rata. Waktu mendekat Fransiskus Klara diajak olehnya un-
           tuk menyusu tetek Fransiskus yang diunjukkannya. Itu terjadi dua kali dan
           amat manis rasanya bagi Klara yang memegang tetek Fransiskus. Simbolik
           mimpi itu cukup jelas. Klara menghisap semangat dan inspirasinya dalam
           kebatinan Fransiskus. Tidak pada tempatnya memberi tafsir atas mimpi itu
           ala Freud.

           St. Damiano tetap memerlukan Fransiskus serta teman-temannya (dan se-
           baliknya juga). Hanya relasi itu sejak 1219 menjadi lebih teratur. Waktu pada
           tahun 1230 Paus Gregorius IX melarang para Saudara Dina tanpa izin khusus
           (sesuai dengan larangan dalam Anggaran dazar 1223) melayani St. Damiano
           secara rohani, maka Klara memprotes dengan juga mengembalikan semua
           saudara  yang  melayani keperluan  jasmani. Pertimbangannya:  Kalau  kami
           tidak boleh diberi santapan rohani, kami tidak mau menerima santapan jas-
           mani.  Gregorius  menerima  protes  itu  dan  mengalah  serta  mengizinkan
           pemeliharaan rohani teratur lagi.

           Sejak tahun 1219/1220 dengan dasar yang mantap, dalam kerangka hukum
           yang aman dan di bawah naungan Saudara-sauda Dina yang teratur Klara di
           St. Damiano dapat lebih lanjut memerincikan hidup sehari-hari kelompok te-
           man-temannya. Mulai diciptakan apa yang diistilahkan sebagai “kebiasaan
           St. Damiano”.

           Mengenai perkembangan “kebiasaan-kebiasaan” itu sejak 1219 tidak banyak
           diketahui dengan pasti. Oleh semua kesaksian yang tersedia diberitahukan
           bahwa dengan bijaksana sekaligus tegas, Klara membina kelompoknya. Ia
           selalu memberi “instruksi” kepada para saudari dan menyakinkan mereka
           betapa luhur dan mulia panggilan untuk mengikuti jejak-jejak Yesus Kristus,
           Tuhan yang miskin. Klara, juga mengusahakan, agar para imam/rohaniwan
           yang melayani St. Damiano harus orang yang sungguh bermutu. Sudah pasti
           Klara mengambil alih cukup banyak unsur yang sudah tradisional dalam
           hidup biaraan (kerahiban) kontemplatip. Banyak memang tercantum dalam


                                                                                   79
   76   77   78   79   80   81   82   83   84   85   86