Page 80 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 80
Bagian II: Riwayat Hidup Santa Klara dari Asisi
keprihatinan Fransiskus sehubungan dengan otonomi kelompok Klara di St.
Damiano.
Begitulah hubungan antara “Saudara-saudara Dina” dan “Saudari-saudari
Miskin” diformalkan, tidak diputuskan. Saudara-saudara yang ditugaskan
tetap memelihara penghuni St. Damiano baik secara rohani (liturgi, khotbah
dan sebagainya) maupun secara jasmani (keperluan jasmani). Selalu ada
sejumlah saudara yang tinggal di dekat St. Damiano, boleh jadi di dalam
komplek itu. Ada cukup banyak kesaksian tentang saudara-saudara yang
mengunjungi Klara dan teman-temannya dan kalau perlu masuk juga pi-
ngitan. Antara Fransiskus dan Klara tetap terjalin persahabatan mesra dan
akrab. Mereka saling mengasihi secara mendalam. Tetapi kasih itu tidak ada
sangkut pautnya dengan cinta birahi. Ada berita bahwa Fransiskus gemar
menyapa Klara dengan nama “Christiana”. Maksudnya: Klara adalah milik
Kristus. Ada berita mengenai Fransiskus yang mengarang sebuah cerita kia-
san, yang memperlihatkan bagaimana Fransiskus menilai wanita, khususnya
wanita seperti Klara. Ceritanya begini. Seorang raja yang kuasa berturut-
turut mengirim dua hamba kepada sang permaisuri. Yang pertama kembali
dan hanya melapor apa yang dipesankan permaisuri. Yang kedua kembali
dan setelah dengan singkat melapor pesan permaisuri, ia dengan panjang
lebar mulai menguraikan mengenai kecantikan permaisuri. Raja naik pitam
dan menegur: “Hamba yang tidak berguna, kau berani melayangkan mat-
amu yang tidak kenal malu kepada isteri saya? Sudah jelas engkau ingin
merampas apa yang kau amati dengan cara seteliti itu.” Lalu hamba pertama
dipanggil sekali lagi. Raja sertanya: “Bagaimana pendapatmu tentang per-
maisuri?” Hamba itu berkata: “Permaisuri menurut pendapatku memang
seorang yang istimewa. Ia tahu berdiam diri sambil mendengarkan dan
dapat membalas dengan cerdas.” Tanya raja: “Tetapi apakah permaisuri
seorang wanita yang cantik?” Jawab hamba itu: “Mengamati hal itu adalah
urusan tuan. Saya hanya mesti menyampaikan pesan saja.” Hamba yang
matanya murni bersih itu dipuji raja dan dinaikkan pangkatnya. Yang lain
diusir, sebab boleh jadi nanti mencemarkan peraduan raja. Dengan cerita itu
Fransiskus mengungkapkan juga bagaimana melihat Klara: mempelai
Kristus, Raja Agung. Klara dan Fransiskus saling membutuhkan dalam
penghayatan karisma yang sama. Antara Fransiskus dan Klara ada surat me-
nyurat dan Klara merawat Fransiskus waktu ia sakit dalam sebuah gubuk
78

