Page 78 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 78
Bagian II: Riwayat Hidup Santa Klara dari Asisi
BAB VII
MERCU SUAR YANG MEMANCARKAN SINARNYA
Maka pada tahun 1219 kerangka dan dasar gaya hidup kelompok Klara su-
dah mantap. Inspirasi dasar tertuang dalam Pola Dasar Hidup karangan
Fransiskus. “Privilegium paupertatis” mengamankan pelaksanaan inspirasi
itu. Anggaran Dasar karangan Hugolinus memasukkan semuanya ke dalam
tata hukum Gereja, sehingga Klara serta teman-temannya secara resmi dapat
mengikrarkan profesi. Pingitan menentukan kerangka kontemplatip dan
mengamankan otonomi St. Damiano. Berapa jumlahnya penghuni St. Dami-
ano pada tahun 1219 tidak diketahui. Namun demikian jumlahnya relatip
besar, meskipun bukan kelompok besar seperti biasa di biara-biara Ben-
ediktines. Jumlah penghuni S. Damiano sudah sedemikian besar, sehingga
mengizinkan adik Klara, Agnes, meninggalkan St. Damiano untuk menjadi
abdis dalam sebuah biara di Monticelli, di dekat Firenze.
Yang masih perlu dijernihkan sedikit ialah hubungan Klara serta teman-te-
mannya dan Fransiskus dan kawan-kawannya. Relasi itu oleh Klara memang
dianggap dasariah, tetapi menjadi jelas bahwa hubungan itu perlu diatur
sedikit.
Alasan penjernihan itu ialah perginya Fransiskus ke kawasan Timur Tengah
pada tahun 1219. Ketidak hadiran Fransiskus di Italia mencetuskan keka-
cauan kritis di antara para Saudara Dina. Dan kekacauan itu secara tak lang-
sung menyangkut juga Klara dan teman-temannya. Ada seorang saudara
yang bernama Filipus yang entah bagaimana, merasa dirinya terpanggil un-
tuk mencampuri kehidupan kelompok wanita yang mirip dengan St. Dami-
ano. Kelompok Klara juga agaknya tidak bisa luput dari campur tangan itu.
Belum diketahui pasti apakah Filipus didukung oleh Kardinal Hugolinus.
Tetapi nyatanya ia mulai berlaku sebagai “visitator” kelompok-kelompok
itu. Filipus ingin dan berusaha menciptakan semacam “ordo” baru dan mulai
mengatur cara hidup “wanita-wanita miskin”. Tetapi ketika Fransiskus pada
tahun 1220 tergesa-gesa kembali ke Italia, ia menindak Filipus. Kembali pem-
bantu Hugolinus, Ambrosias, rahib Sistersien, menjadi “visitator”. Akibat
dari pengalaman yang kurang enak itu membuat Fransiskus mulai memper-
ketat hubungan antara kelompoknya sendiri dengan kelompok Klara. Sam-
pai saat itu hubungan itu lancar dan tidak formal. Fransiskus serta teman-
76

