Page 83 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 83

Bagian II: Riwayat Hidup Santa Klara dari Asisi

           dilayani sesuai dengan keinginannya. Dan hal yang sama kiranya terjadi di
           lain-lain tempat.
           Agaknya duduk perkara kira-kira sebagai berikut: Ada sementara kelompok-
           kelompok  wanita  religius  yang  sudah  ada  dan  dilingkupi  oleh  Anggaran
           Dasar  Hugolinus  yang  dialamatkan  kepada  “Wanita-wanita  miskin”,  lalu
           menggabungkan diri dengan St. Damiano dan kadang kala minta bantuan di
           situ untuk mengatur hidupnya lebih lanjut, sesuai dengan gaya hidup di St.
           Damiano. Kelompok-kelompok semacam itu tidak didirikan Klara, tetapi ter-
           lebih disemangati oleh inspirasi Klara seperti yang dihayati di St. Damiano.
           Penggabungan semacam itu sesuai dengan keinginan Kardinal Hugolinus.
           Beliau percaya pada Klara (dan Fransiskus) dan mendorong menuju sema-
           cam “federasi” antara pelbagai kelompok wanita yang sedikit banyak mirip
           dengan kelompok Klara. Alangkah baiknya kalau kelompok-kelompok itu di
           bawah pimpinan rohani Klara. Begitu terjamin sedikit bahwa kelompok-ke-
           lompok itu tidak menyeleweng dan menjadi mangsa aliran-aliran sesat dan
           bidaat-bidaat yang berkerumun. Hal serupa itu selanjutnya masih berulang
           kali terjadi. Misalnya biara yang didirikan Ermentrudis di Brugge. Biara itu
           sudah ada, tetapi pada tahun 1252 menggabungkan diri dengan Klara dan St.
           Damiano. Begitu pula Agnes dari Praha pada tahun 1223 sudah mendirikan
           sebuah biara wanita, dan sesudahnya barulah menghubungi Klara dan minta
           tolong di St. Damiano. Lima saudari dari St. Damiano dikirim ke Praha untuk
           menyemangati  kelompok  Agnes  dan  mengatur  gaya  hidupnya  sesuai
           dengan yang ada di St. Damiano.

           Tidak semua biara baru itu diberi (atau menerima) “privilegium pauperta-
           tis”, seperti terjadi di Monticelli dan kemudian di Praha. Tidak jelas pula se-
           jauh  mana  kelompok-kelompok  itu  berpedoman  pada  Pola  Dasar  Hidup
           yang menjadi pegangan di St. Damiano. Caranya “ordo” Klara (di masa itu
           tentu saja belum boleh disebut demikian) merambat dan berkembang men-
           jelaskan  berbagai  gejala  kekacauan  yang  kemudian  muncul  di  kalangan
           mereka yang menggabungkan diri dengan Klara. Gaya hidup biara-biara itu
           jauh dari seragam, khususnya dalam hal kemiskinan. Kecuali kerangka for-
           mal yang dipasang oleh Anggaran dasar Hugolinus (dan kemudian Innocen-
           tius IV) tidak ada suatu cara hidup seragam. Masing-masing kelompok tetap
           menempuh jalannya sendiri dan penyesuaian dengan gaya hidup St. Dami-
           ano  ada  macam-macam  tingkatnya.  St.  Damiano  tidak  berperan  sebagai
                                                                                   81
   78   79   80   81   82   83   84   85   86   87   88