Page 86 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 86
Bagian II: Riwayat Hidup Santa Klara dari Asisi
Nya yang baik dan yang menjadi cerminan kebaikan dan kekuasaan-Nya.
Ulah-tapa Klara dijiwai oleh kasihnya kepada Yesus yang tersalib, kasih
karismatik dan mistik. Dan latar belakang itu nampak dalam kegembiraan
yang selalu berpancar keluar dari Klara, sukacita sejati yang tidak dapat
dipadamkan. Itulah sebabnya mengapa, Klara dengan prakteknya itu tidak
menakutkan teman-temannya di St. Duniano , melainkan menimbulkan rasa
simpatik dan kasih spontan.
Dengan teman-temannya Klara hidup dalam pingitan di luar kota, namun
tidak jauh dari temboknya. Klara dan pengikut-pengikutnya tidak lari ke
gunung, ke hutan atau ke gurun. Dengan sengaja Klara mau tinggal di dekat
masyarakat. Kendati pingitan yang dengan demikian bijaksana diterapkan
Klara, penghuni St. Damiano jelas berpengaruh dalam masyarakat seki-
tarnya. St. Damiano cukup ramai dikunjungi orang. Dan kunjungan rakyat
biasa tidak dialami sebagai gangguan. Klara merasa dirinya dipanggil untuk
memainkan peranannya sendiri dalam Gereja dan pada umat Allah. Seperti
ditulis kepada Agnes dari Praha, Klara dan teman-temannya merasa diri se-
bagai pembantu Allah dan penopang anggota-anggota lemah Tubuhnya
yang tak terperikan. Mereka semua dengan gaya hidupnya yang khas men-
jadi teladan dan cermin bagi mereka yang hidup di dunia. Klara tidak pernah
condong menangani salah satu karya sosial atau amal kasih, seperti di masa
itu ditangani beberapa kelompok religius. Para rubiah di masa itu tidak ja-
rang menampung sejumlah puteri untuk dididik antara lain dalam berbagai
keterampilan. St. Damiano tidak pernah mempraktekkan karya macam itu.
Hanya putri yang bakal calon mau ditampung. Klara cukup ketat dalam hal
menyaring calon, sehingga pernah malah tidak rela menerima calon yang
ditawarkan dan dipujikan Fransiskus. Tetapi tanpa karya amal apa pun Klara
menganggap gaya hidup yang diperjuangkannnya sebagai sesuatu yang
banyak manfaatnya bagi Gereja dan masyarakat.
Semangat dan pendirian seperti digariskan di atas oleh Klara dialihkan
kepada para penghuni St. Damiano. Pada tahun 1238 jumlah penghuni S.
Damiano, yang kecil sekali, mencapai 50 jiwa. Dan semangat dan pendirian
itu sedapat mungkin dialihkan kepada kolompok-kelompok lain yang sedi-
kit banyak menempatkan diri di bawah naungan St. Damiano. Jumlah ke-
lompok itu sertambah dengan pesatnya. Pada tahun 1228 sudah ada 28 an-
tara lain di Roma, Lucio, Ancona, Camullia, Venetia, Gatoiala, Padua,
84

