Page 87 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 87

Bagian II: Riwayat Hidup Santa Klara dari Asisi

           Verona.
           Suatu peristiwa yang pada tahun 1226 menimpa Klara serta teman-temannya
           ialah meninggalnya Fransiskus. Jenazahnya diantar ke Asisi melalui St. Dam-
           iano (jalan putar yang tidak kecil). Klara dan teman-temannya masih sempat
           melihat  dan  minta  diri.  Namun  Klara  cukup  mantap  dan  mandiri  untuk
           tanpa  dukungan  Fransiskus  meneruskan  rencana  dan  gaya  hidupnya.
           Hilangnya  Fransiskus,  yang  menurut  keterangan  Klara  sendiri  menjadi
           “tumpuan kita, satu-satunya hiburan kita di samping Allah, dan peneguh
           kita” sampai saat itu, ternyata tidak menggoncangkan Klara dalam rencana
           hidupnya. Kardinal Hugolinus tetap mendukung Klara dan kelompoknya,
           walaupun Kardinal itu mempunyai rencana sendiri.
           Setelah Hugolinus menjadi Paus Gregorius IX (th. 1227) ia – mungkin sekali
           atas permintaan Klara – menyuruh minister umum Saudara-saudara Dina,
           yang mengganti Fransiskus, yakni Yohanes Parenti, supaya secara khusus
           memperhatikan kelompok St. Damiano serta kelompok-kelompok yang se-
           haluan. Perintah itu pasti sesuai dengan keinginan Klara, yang mau tetap
           menjalin  hubungan  erat  dengan  Saudara-saudara  Dina.  Minister  umum
           Saudara-saudara Dina itu serentak berperan sebagai minister umum pengi-
           kut-pengikut  Klara.  Klara  juga  selalu  ingin  bahwa  Kardinal  Pelindung
           Saudara-saudara  Dina  menjadi  Kardinal  Pelindung  Klara  serta  teman-te-
           mannya.
           Tidak lama sebelum meninggal Fransiskus masih mengarang sebuah sajak/
           lagu dengan musiknya bagi para saudari di St. Damiano. Lagu itu diciptakan
           Fransiskus oleh karena mendengar bahwa para saudari di St. Damiano resah
           karena penyakitnya. Lagu itu disuruhnya bawa ke St. Damiano. Lama sekali
           lagu itu hilang, tetapi pada tahun 1976 ditemukan kembali. Isinya adalah se-
           bagai berikut:
                  Dengarlah, hai (putri-puteri) miskin yang kecil,
                  yang dipanggil oleh Tuhan.
                  Dari banyak daerah dan propinsi kalian telah terkumpul.
                  Hendaklah selalu hidup dalam kebenaran,
                  sehingga dapat mati dalam ketaatan.
                  Jangan menengok kepada yang diluar,
                  sebab hidup roh jauh lebih baik.

                                                                                   85
   82   83   84   85   86   87   88   89   90   91   92