Page 89 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 89
Bagian II: Riwayat Hidup Santa Klara dari Asisi
bukan rahib sebenarnya) pada Sistersien. Tidak diketahui kapan di St. Dam-
iano muncul “saudari-saudari” yang menangani pelayanan di luar biara.
Tetapi mereka tidak dinilai sebagai “saudari tingkat kedua”. Saudari-saudari
itu bertugas melayani keperluan real, seperti ditimbulkan oleh pingitan yang
telah diterima dan dengan caranya sendiri dipertahankan Klara. Tidak ada
tanda bukti sedikit pun bahwa “saudari-saudari yang menangani pelayanan
di luar biara” itu berasal dari golongan rendah dalam masyarakat, dan di-
anggap semacam pelayan “rubiah” yang sejati.
BAB VIII
MEMPERJUANGKAN IDENTITASNYA
Pada tahun 1227 kardinal Hugolinus, sahabat dan pendukung Klara dipilih
menjadi Paus dengan nama Gregorius IX (th. 1227-1241).
Segera Klara mengajukan permohonan, agar “privilegium paupertatis” di-
teguhkan kembali. Klara memang tahu bahwa Hugolinus agaknya selalu
menggeleng-gelengkan kepala atas keberanian Klara yang dianggapnya
masih gegabah itu. Klara ingin sejak awal mengamankan mutiara itu. Pada
tanggal 25 Mei - 17 Juli tahun 1228 Grgorius IX tinggal di Perugia dan Asisi.
Di Perugia tahun 1228 Gregorius mengabulkan permohonan Klara. Grego-
rius menyalin surat Paus Innocentius III , tetapi dengan mempersingkatnya
sedikit. Paus tidak dengan sebulat hati melayani keinginan Klara itu. Beliau
tetap prihatin kalau-kalau kemiskinan seperti dicita-citakan Klara kurang re-
alis. Sebelum memberi surat peneguhan tersebut, Paus masih bertemu
dengan Klara, entah di mana, mungkin sekali di St. Damiano. Situasi sosio
politik di masa itu memang kurang mantap dan aman, sehingga Paus tetap
merasa perlu memberi jaminan hidup kepada kelompok di St. Damiano,
sekarang sebagai pejabat tertinggi dalam Gereja. Maka Gregorius (sekali lagi)
menawarkan kepada Klara harta milik tetap (tanah, kebun anggur dan se-
bagainya). Paus menyatakan bahwa beliau sendiri bersedia memberikan dis-
pensasi kepada Klara dan teman-temannya, kalau mereka merasa diri terikat
pada janji mereka dahulu. Jawaban Klara tegas dan sekaligus menyingkap-
kan dasar terdalam bagi kemiskinan yang diinginkannya. Ia menegaskan:
“Kami tidak ingin sama sekali dibebaskan dari hal mengikuti jejak Kristus.”
Maka Paus (sekali lagi) mengalah saja.
87

