Page 91 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 91
Bagian II: Riwayat Hidup Santa Klara dari Asisi
Sudah jelas bahwa Gregorius IX tetap melihat St. Damiano sebagai semacam
“pusat rohani” bagi gerakan wanita-wanita yang sehaluan. Tetapi ia pun
tetap melihat Anggaran dasar karangan sendiri sebagai kerangka hukum dan
sarana pemersatu. Itu menjadi jelas ketika pada tahun 1233 puteri raja Bohe-
mia, Ottokar I, yakniAgnes di Praha mendirikan biaranya yang cepat menjadi
sahluan dengan St. Damiano. Agnes kiranya berkenalan dengan gaya hidup
baru di St. Damiano melalui Saudara-saudara Dina yang sejak 1232 menetap
di Praha. Oleh pimpinan dan penghuni kota itu merekaditerima dengan baik.
Agnes sendiri mendukung mereka, antara lain dengan membangun sebuah
gereja bagi mereka. Di dekat Saudara-saudara Dina itu, Agnes mendirikan
juga semacam tempat penampungan bagi orang miskin dan musafir. Hal
semacam itu memanglazim di kalangan kaum bangsawan di masa itu. Pada
tahun 1234Agnes sendiri, yang menolak suatu perkawinan luhur dan mulia,
dengan tujuh teman (bangsawati) masuk “biara” yang didirikannya. Agnes
ingin menuruti gaya hidup seperti yang ditempuh di St. Damiano. Pada ta-
hun 1235 Agnes menghubungi Paus Gregorius IX untuk mendapatkan
persetujuannya. Gregorius tidak segan terhadap minat Agnes. Tetapi ia pun
ingin bahwa ada semacam “persatuan”. Segera Gregorius mengangkat Ag-
nes sendiri menjadi abdis di biaranya, meskipun Agnes mula-mula tidak
mau. Serentak Gregorius mendesak, supaya Agnes mengkhususkan seba-
gian harta-miliknya bagi biara itu sebagai jaminan hidup bagi para rubiah.
Tetapi pada tahun 1234 lima saudari dari St. Damiano sudah didatangkan
dan ada surat-menyurat antara Agnes dan Klara. Maka Agnes tahu baik apa
yang dicita-citakan Klara. Ia pun tahu mengenai “privilegium paupertatis”.
Dari Paus Innocentius III dan Paus Gregorius IX sendiri. Maka Agnes me-
nanggapi desakan Paus untuk mengkhususkan harta-miliknya bagi biaranya
justru dengan meminta “privilegium paupertatis” bagi dirinya. Tidak segera
Gregorius melayani permohonan itu. Sebaliknya ia menegaskan bahwa Ang-
garan Dasar, yaitu “konstitusi-konstitusi Hugolinus”, yang berlaku bagi St.
Damiano berlaku pula bagi kelompok Agnes di Praha. Sama seperti Klara,
Agnes pada prinsipnya (meskipun tidak dengan sebulat hati) bersedia
menerima Anggaran Dasar itu, tetapi mendesak agar “privilegium pauper-
tatis” diberikan juga. Pada tahun 1238 permohonan itu dikabulkan. Maka di
Praha ada juga sekelompok wanita yang amat mirip dengan kelompok di St.
Damiano dan dengan landasan resmi yang sama. Agnes juga mengikuti
89

