Page 90 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 90

Bagian II: Riwayat Hidup Santa Klara dari Asisi

           Pada waktu yang kira-kira sama (th. 1228) Paus Gregorius IX mengirim se-
           pucuk surat kepada penghuni St. Damiano dan semua biara yang sudah ter-
           gabung dengan kelompok Klara. Menarik perhatian bahwa pada awal surat
           itu Paus berkata mengenai “Saudari-saudari pingitan ketat”. Isi seluruh surat
           itu memperlihatkan betapa Paus menjunjung tinggi cara hidup terkurung
           seperti  yang  dipilih  Klara  dan  juga  inspirasi  dasarnya.  Paus  menyatakan
           bahwa para saudari menjadi hiburan baginya yang terlanda banyak kesusa-
           han akibat jabatannya sebagai Paus, antara lain bentrokan dengan kaisar Jer-
           man dan macam-macam bidaat. Ia mendesak, agar para saudari terus men-
           doakannya.  Jelaslah  Paus  merasakan  nilai  gerejani  dari  cara  hidup  para
           pengikut Klara.

           Kedua  dokumen  kepausan  tersebut  memperlihatkan  bahwa  Gregorius  IX
           tetap mengikuti, mengawasi dan sedikit banyak menertibkan dan memadu-
           kan gerakan “Wanita-wanita miskin” dan menilai St. Damiano sebagai pusat
           dan pangkal yang sehat. Itulah sebabnya mengapa Paus tidak mengizinkan
           sembarangan orang ikut campur tangan. Maka pada tahun 1230 dikeluarkan
           Surat lain yang menyangkut kelompok Klara dan biara-biara yang sehaluan.
           Surat itu dialamatkan kepada Saudara-saudara Dina. Dengan keras mereka
           dilarang masuk biara-biara “rubiah” tanpa izin khusus Sri Paus. Larangan
           itu  sebenarnya  tercantum  dalam  Anggaran  Dasar  Saudara-saudara  Dina
           sendiri (th. 1223). Tetapi rupanya ada sementara saudara yang terlalu lunak
           dalam penerapan larangan itu. Paus tidak melarang saudara-saudara mela-
           yani keperluan jasmani rubiah itu, tetapi pimpinan rohani mau diawasi dan
           diatur dengan ketat. Tindakan Paus dapat dipahami, oleh karena di masa itu
           memang pertikaian cukup hangat di antara para Saudara Dina. Di atas sudah
           dikatakan,  bahwa  Klara  memprotes  –  dengan  gayanya  sendiri,  -  larangan
           Paus itu. Maka sekali lagi Paus mengalah dan memperlunak larangan itu.
           Minister  umum  Saudara-saudara  Dina  dapat  menerapkan  larangan  itu
           sesuai keperluan. Perlunakan itu juga cukup. Sebab tetap ada larangan dalam
           Anggaran  Dasar  Saudara-saudara  Dina.  Paus  mempunyai  sarana
           pengawasan.  Peristiwa  kecil  itu  memperlihatkan  dua  hal  sekaligus:  Klara
           ingin agar kelompoknya tetap dibina oleh Saudara-saudara Dina, keturunan
           rohani Fransiskus, dan Paus ingin agar tidak sembarang orang mencampuri
           pembinaan  itu.  Alhasil:  semacam  kompromi:  kedua  pihak  mencapai  apa
           yang diinginkan.

           88
   85   86   87   88   89   90   91   92   93   94   95