Page 92 - Santa Klara dan Hal-Ihwal Warisan Rohaninya
P. 92
Bagian II: Riwayat Hidup Santa Klara dari Asisi
“kebiasaan St. Damiano” dan nasehat-nasehat Klara sedapat mungkin. Atas
dasar itu, Agnes masih mengirim beberapa Surat kepada Gregorius IX minta
izin menyimpang dari Anggaran Dasar Hugolinus (Gregorius IX). Sebab
dinilai kurang sesuai dengan keadaan di Praha. Dan si ahli hukum itu tidak
berkeberatan. Sebab maksudnya tercapai: kelompok Agnes pun terpasang
dalam kerangka hukum sebagaimana mestinya. Sekaligus Paus mempunyai
saran pengawasan. Tetapi Agnes juga mencapai maksudnya: menuruti cita-
citanya sendiri sesuai dengan gaya hidup di St. Damiano. Memang antara
Agnes dan Klara tetap berlangsunglah surat-menyurat yang cukup ramai,
meskipun hanya empat surat dari Klara kepada Agnes tersimpan bagi kita.
Tetapi empat surat itu cukup membuktikan betapa kedua wanita itu seha-
luan, sesemangat dan sama-sama nekat menempuh jalannya sendiri. Klara
tidak segan memperingati Agnes bahwa harus berhati-hati sedikit dengan
tokoh yang penting, tidak mengalah kepadannya. Tokoh itu sebenarnya
tidak lain dari Paus sendiri. Tanpa memberontak, Klara dan Agnes berjuang
terus mempertahankan cita-citanya.
Meskipun Agnes dan Klara menerima konstitusi-konstitusi (Anggaran Da-
sar) Hugolinus sebagai kerangka hukum, namun dua-duanya menginginkan
suatu Anggaran Dasar yang lebih sesuai dengan cita-cita mereka sendiri dan
yang lebih realis. Agnes sebagai puteri raja dan kakak raja Bohemia yang
baru, yakni Wensislaus III, lebih kuat kedudukan politisnya untuk mendesak
Paus. Paus tentu saja menginginkan dukungan politik raja Bohemia terhadap
Kaisar Jerman, Frederik II, yang selalu merupakan ancaman bagi kekuasaan
politis Sri Paus. Karena itu pada tahun 1237/1238 Agnes memberanikan diri
menulis sebuah Anggaran Dasar dan minta pengesahan dari pihak Paus.
Tetapi Gregorius IX menolak dan kembali menegaskan bahwa sudah ada
Anggaran Dasar, yakni “Anggaran Dasar Benediktus”, artinya: Konstitusi-
konstitusi Hugolinus (Gregorius IX).
Kecuali itu Gregorius tetap mempunyai rencana sendiri sekitar gerakan
wanita yang berkiblat kepada St. Damiano. Maka pada tahun 1239 Paus
mengeluarkan “Anggaran dasar Benediktus” yang baru bagi wanita-wanita
itu. Konstitusi-konstitusi itu sebenarnya hanya memperketat konstitusi-kon-
stitusi dahulu (th. 1219). Kembali konstitusi-konstitusi ini sangat ter-
pengaruh oleh hukum-hukum para rahib Sistersien, yang memang dinilai
Gregorius IX sebagai pembaharu hidup membiara, yang bermutu dan sehat.
90

