Pimpinan Tarekat Fransiskan Serukan Komitmen Ekologis di Padepokan Ciliwung Jakarta

Jakarta, OFM – Pimpinan Tarekat Fransiskan (disingkat PTF) melakukan kunjungan ke Padepokan Ciliwung Condet pada Jumat (02/10/2026). Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat gerakan ekologis yang dilakukan Padepokan Ciliwung Condet sekaligus melihat keterkaitannya dengan semangat ekologis dalam spiritualitas Fransiskan.Para peserta berangkat dari Wisma Samadi, Klender, pada pukul 07.30 WIB dan tiba di Padepokan Ciliwung Condet sekitar pukul 08.20 WIB. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Sdr. Pius OFMCap, Ketua Pimpinan Tarekat Fransiskan sekaligus Kustos Kustodi Kapusin Nias. Dalam sambutannya, Sdr. Pius mengungkapkan bahwa perjuangan yang dilakukan Padepokan Ciliwung Condet memiliki keselarasan dengan semangat Fransiskan, khususnya dalam kepedulian terhadap lingkungan hidup. Perjuangan ekologis yang diinisiasi Bang Lantur dipandang memiliki titik temu dengan perhatian Fransiskan terhadap keutuhan ciptaan.Selanjutnya, ketua Padepokan Ciliwung Condet, Ahmad Maulana atau akrab disapa Bang Lantur,  memperkenalkan sejarah dan kiprah Padepokan Ciliwung Condet. Ia menjelaskan bahwa persoalan ekologis merupakan salah satu persoalan mendasar yang dihadapi Jakarta. Karena itu, kehadiran Padepokan Ciliwung Condet diarahkan untuk memperjuangkan kelestarian lingkungan hidup, khususnya di kawasan Ciliwung dan sekitarnya. Namun, menurut Bang Lantur, perjuangan menjaga lingkungan hidup bukanlah sesuatu yang mudah. Idealisme para aktivis lingkungan, kata dia, kerap berhadapan dengan berbagai kepentingan dan tidak selalu mendapatkan dukungan dari pemerintah.

Dalam menghadapi situasi tersebut, Padepokan Ciliwung Condet berupaya merangkul para tokoh agama. Keterlibatan tokoh agama baginya sangat penting karena mereka memiliki peran strategis dalam menggerakkan umat untuk turut memperjuangkan kelestarian lingkungan hidup.Lebih jauh, Bang Lantur menegaskan bahwa perjuangan ekologis tidak hanya merupakan persoalan sosial, tetapi juga bagian dari penghayatan iman kepada Allah. “Kepedulian terhadap lingkungan dan kelestarian alam, dengan demikian, menjadi salah satu bentuk konkret manusia dalam mewujudkan imannya kepada Sang Pencipta,” tegas bang Lantur. Setelah pemaparan dari pihak Padepokan, rangkaian kegiatan kunjungan ini dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para peserta, yang merupakan anggota PTF, berkesempatan berdialog langsung dengan Bang Lantur terkait materi yang telah disampaikan.Usai sesi dialog, kegiatan dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi yang dimulai pada pukul 09.45 WIB. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Sdr. Aloysius Gonzaga Rusmadji OFM, Minister Provinsi OFM Duta Damai. Perayaan berlangsung di bawah teduhnya pepohonan yang menjadi bagian dari suasana alami Padepokan Ciliwung Condet.

Dalam homilinya bertepatan dengan peringatan Para Malaikat Pelindung, Sdr. Agon menggarisbawahi keterkaitan antara malaikat dan simbol-simbol yang terdapat dalam alam. Menurutnya, sebagaimana malaikat diutus Allah untuk menuntun dan menjaga manusia, demikian pula alam semesta dapat menjadi sarana yang menuntun manusia untuk semakin mengenal Allah dan mengarahkan hidup kepada keselamatan.Untuk memperjelas gagasannya, ia mengangkat mitos masyarakat Biak mengenai burung cenderawasih. Dalam mitos tersebut, burung cenderawasih dipandang seperti malaikat yang hadir untuk menuntun manusia ketika berburu di alam liar. Kisah ini menjadi gambaran mengenai bagaimana manusia dapat melihat alam bukan sekadar sebagai objek, tetapi sebagai bagian dari kehidupan yang dapat memberikan pesan dan tuntunan.

Pada penghujung Perayaan Ekaristi, dilakukan pemberkatan anakan pohon dan bibit ikan. Anakan pohon tersebut akan ditanam di kawasan Padepokan Ciliwung Condet, sementara bibit-bibit ikan akan ditebar di Sungai Ciliwung. Usai perayaan, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman anakan pohon yang telah diberkati serta penebaran bibit ikan ke Sungai Ciliwung. Aksi tersebut menjadi bagian nyata dari rangkaian kunjungan sekaligus simbol kepedulian terhadap kelestarian alam dan lingkungan hidup di sekitar Padepokan Ciliwung Condet. Dalam kesempatan ini pula, para anggota PTF menyerukan komitmen ekologis ditandai dengan tanda tangan pakta perjanjian sebagai wujud mengikatnya komitmen untuk merawat bumi. Selain itu, para peserta juga diajak menyusur sungai Ciliwung.Kegiatan hari ini mempertemukan refleksi iman dengan kepedulian ekologis. Alam tidak hanya menjadi latar tempat berlangsungnya kegiatan, tetapi juga dihayati sebagai bagian dari ciptaan yang memiliki peran dalam mengingatkan manusia akan tanggung jawabnya untuk merawat kehidupan.

Sdr. Ambros Haward OFM & Sdr. Efendy Marut OFM

Tinggalkan Komentar