Pace e bene! Salam Literasi!
Saudara-saudari sekalian, Edisi Il Poverello kali ini hadir dengan wajah baru, dan mengusung judul “Komunikasi sebagai Jalan Perdamaian.“ Tema ini relevan dengan situasi yang kita hadapi sekarang. Dalam skala global, kita menyaksikan konflik antarnegara yang terus memanas. Kita seolah melupakan masa lalu yang telah mengajarkan kita betapa mengerikan efek yang ditimbulkan dari peperangan. Apalagi dengan segala kemajuan yang sudah kita capai sampai saat ini, ancaman senjata nuklir yang bisa menghancurkan peradaban manusia bisa tak terelakan jika konflik terus terjadi.
Fenomena ini kembali mengingatkan kita pada momen perjumpaan Fransiskus dengan Sultan Malik Al-Kamil pada 1219, masa ketika Perang Salib Ke-V sedang berlangsung. Meski momen perjumpaan itu sudah berlangsung 800 tahun lebih, gema pesannya terasa masih sangat kuat sampai sekarang ini. Tembok yang dibangun antara Pasukan Kristen dan Saracen berhasil diruntuhkan oleh Fransiskus berkat keberaniannya untuk pergi berjumpa dengan Sultan tanpa membawa senjata. Tidak ada prasangka, tidak ada ancaman. Ketika senjata-senjata itu ditanggalkan yang tersisa adalah dua figur yang berdialog dalam kedamaian.
Berangkat dari dua momen ini, para saudara Novis Angkatan 2025-2026 akan menyajikan sejumlah tulisan yang merefleksikan pergumulan dan pandangan mereka mengenai situasi konflik yang kita hadapi saat ini. Semua tulisan ini bermuara pada ajakan untuk membagun dialog sebagai jalan meyelesaikan persolan, ajakan untuk meneladani Bapa Serafik St. Fransiskus Assisi, “Manusia Pembawa Damai, Saudara Bagi Semua!“ Selamat membaca!

Tinggalkan Komentar