Paroki St. Petrus – Cianjur

Gereja St. Petrus Cianjur

Gereja St. Petrus Cianjur

Nama Pelindung : Santo Petrus
Buku Paroki : Sejak tahun 1931
Alamat : Jalan Siliwangi Nomor 66 Cianjur 43212
Telepon (0263) – 261239 Fax. (0263) – 271060
Pastor Paroki : Bonefasius Budiman, OFM

Setengah abad yang lampau, daerah Cianjur amat asri dengan perbukitan yang dipenuhi hamparan sawah, sayur mayur, perkebunan tehnya. Udara masih sejuk dan bersih. Di bagian Selatan banyak Onderneming atau perkebunan teh menyelimuti bukitnya. Sekitar tahun 1925 perkebunan-perkebunan menyerap tenaga kerja, baik ahli maupun tenaga kasar. Dan orang Katolikpun mulai ada di Cianjur.

Pada tahun 1928 datang Pastur MYD Classen, Pr. dari Batavia yang bertugas melayani orang Katolik di daerah Cianjur, terutama karyawan, staf Onderneming, kemudian diteruskan oleh Pastor Hoevenar, SJ.

Umat Katolik pada tahun 1930 sudah ada 60 orang yang tersebar dalam kota Cianjur sendiri, maupun di perkebunan teh Pasir Nangka, Ciharan, Cibogo, Panyairan, yang letaknya di Cianjur Selatan. Sedang Cianjur Utara di lereng Gunung Gedeh perkebunan Gedeh dan Ciseureuh.

Untuk membantu karyawan perkebunan dan karyawan sekitarnya, pada tahun 1934 pihak penguasa perkebunan bekerjasama dengan suster-suster Fransiskan Sukabumi (SFS) mendirikan rumah sakit sederhana di Sukanagara.

Gedung Katolik beserta rumah pasturan Cianjur yang terletak di Jalan Siliwangi sekarang didirikan pada tahun 1931. Menurut Bapak/Ibu Sumarwoto, pada masa Jepang gedung gereja dipakai sebagai gudang. Untuk misa diselenggarakan di rumah umat dekat gereja (sekarang Zeni AD). Pada waktu itu mereka berkarya di rumah sakit Sukanagara, sejak tahun 1942, sebagai tenaga medis, pengganti dokter kepala. Di masa Jepang Ibu Sumarwoto mengawasi pasien serta perawat. Hingga kini Bapak Sumarwoto tetap memberi pelayanan kepada masyarakat di daerah Cianjur dengan membuka sendiri “Balai Pengobatan”, di rumahnya dekat gereja.

Pimpinan misi gereja pada zaman itu melihat bahwa sekolah-sekolah masih kurang, terlebih di Cianjur Selatan. Maka, pada tahun 1947 atas inisiatif Mgr. Dr. N. Geise, OFM., di daerah perkebunan-perkebunan Sukabumi serta Cianjur mulai dirintis persekolahan Mardi Yuana. Di Cianjur Mardi Yuana dimulai pada masa Pastur Heitkonig dan Pastor Y. Teepe OFM. Sekitar tahun 1947 didirikan Sekolah Rakyat, tahun 1951 SMP, tahun 1952 TK, tahun 1957 SMEA dan terakhir pada tahun 1983 dibuka SMA.

Kini pelayanan Paroki Cianjur dilakukan oleh imam-imam dari Tarekat OFM : Pastur Alexander Sugiarto OFM sebagai Pastor Paroki dan didampingi Pastur A.S. Wiriosuwarno OFM. Sedangkan wakil Dewan Pastoral dijabat Bpk. B.Y. Sukarno.

Gembala-gembala yang pernah bertugas di Paroki Santo Petrus Cianjur sejak tahun 1928 adalah :

  1. Pastor MYD, Classen Pr
  2. Pastor Hoevenass S.Y.
  3. Pastor Columbanus Postma OFM
  4. Pastor O. Heitkonig OFM
  5. Pastor A. Teepe OFM
  6. Pastor N. Nowens OFM
  7. Pastor A. Schneider OFM
  8. Pastor van de Vucht OFM
  9. Pastor Fransheisen OFM
  10. Pastor Koopman OFM
  11. Pastor Goedhard OFM
  12. Pastor A.S.Wiriosuwarno OFM
  13. Pastor Ignatius Harsono Pr
  14. Pastor Vicente Kunrath OFM
  15. Pastor Romulus Pr
  16. Pastor Sutoyo Wiriosuwarno OFM
  17. Pastor Koesnan OFM
  18. Pastor D. Sutedjo Pr
  19. Pastor B. Sudarto Pr
  20. Pastor A. Suyatno Pr
  21. Pastor Kornelius Keyrans OFM
  22. Pastor Yosef Pastosudarmo OFM
  23. Pastor Alex Sugijarto OFM
  24. Pastor Aegidius Ngarut, OFM

Selama hampir 50 tahun Paroki Cianjur ini telah menghasilkan 1 imam, 1 diakon, 1 frater dan 2 suster.

Jumlah umat pada tahun 1997 adalah 1011 orang (berdasarkan statistik Desember 1997). Umat yang ada di Cianjur terdiri dari orang Jawa Tengah, penduduk Cianjur keturunan Tionghoa, Tapanuli, Flores dan Maluku; Sedangkan yang asli Sunda masih minim. Setiap tahun selalu ada umat yang menerima baptisan baru yang jumlahnya berkisar 20 orang.

Kegiatan yang ada di Paroki Cianjur adalah Mudika, Legio Maria, PDKK, ME, W.K., Warta Paroki. Sedangkan seksi kematian yang dahulu berdiri, sekarang masuk dalam lingkup Dewan Paroki.