23 Agustus – B. Bernardus dari Offida

23 Agustus
B. Bernardus dari Offida

B. Bernardus masuk Ordo Kapusin di Corinaldi pada 1626 ketika dia berusia dua puluh dua tahun. Selama tujuh tahun, dia bekerja di dapur di bawah bimbingan Br. Maximus, yang sebenarnya lebih merupakan seorang pembimbing rohani yang paling baik baginya daripada seorang tukang masak. Bernardus menjadi saudara awam dan melalui jalan ini dia menuju ke kesucian. Iman Bernardus dalam panggilan dan hidup religiusnya semakin mendalam tahun demi tahun. Dari pengalamannya dia mengetahui bahwa “orang benar hidup karena iman”. Iman yang sama inilah yang mengajar Bernardus untuk menghargai Kekatolikan dan menjawab tuntutan-tuntutan hidup sehari-hari dalam gaya Kapusin. Beranrdus suka menenggelamkan diri dalam bacaan Kitab Suci dan bacaan-bacaan rohani lainnya. Tuhan kita dalam Ekaristi Kudus merupakan sumber devosi rohaninya. Sungguh, seringkali dia merasa tidak mungkinlah membungkam teriakan kegembiraan dalam nyanyian yang dilantunkannya di hadapan Yesus.

Dia menghabiskan banyak jam dalam adorasi di depan Sakramen Yang Mahakudus. Dan pada banyak kesempatan, para saudara lain menyaksikan Bernardus terangkat dari lantai dengan wajah yang bercahaya seperti matahari. Iman Bernardus dianugerahi balasan dengan anugerah-anugerah rohani, tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi banyak orang lain. Banyak ahli teologi Kapusin datang kepadanya untuk mencari pemecahan atas masalah-masalah yang rumit. Berkat Bernardus juga, empat orang anak dibangkitkan kembali dari kematian. Dan sekali peristiwa, ketika jalan samasekali tertutup oleh salju, makanan pun dikirim ke biara berkat doa-doa tekun dan membara dari Bernardus. Dia berpuasa nyaris terus menerus. Dia juga sering memukuli dirinya sendiri dan pada usia 72 tahun, Bernardus menerima stigmata. Selama sisa duapuluh tahun umurnya, dia berdiri laksana seorang raksasa di hadapan dunia, dengan Ketopong Suci penderitaan Kristus, memberi kesaksian kepada umat manusia yang sesat perihal cinta Tuhan yang tak terperikan. B. Bernardus meninggal dunia pada 1694, sebagai model Iman, Harapan dan Cinta Kasih. Dia dibeatifikasi oleh Paus Pius VI dan pestanya dirayakan pada 1 September.

Sumber: Capuchin Friars, Australia. Diterjemahkan oleh: Alfons S. Suhardi, OFM.