2 Juni – Santo Felix dari Nicosia

2 Juni
Santo Felix dari Nicosia
1715-1787

st-felix-dari-nicosia

Dilahirkan pada 5 November 1715, Giacomo Amorosi mengikuti usaha ayahnya, sebagai seorang tukang sepatu. Sebagai seorang manusia, dia sungguh sangat takut pada segala macam dosa. Pada tempat kerjanya dia mencolok dalam hal ksederhanaan yang besar, ramah tamah, rajin dan tekun bekerja serta sabar. Ketika orang tuanya meninggal dunia, dia melamar diijinkan masuk pada biara Kapusin. Dia ditolak. Dia tetap berjuang, berdoa dan menunggu. Pada waktu yang baik dia mengulangi lagi dan lagi permohonannya itu. Akhirnya setelah delapan tahun, pada umur dua puluh tujuh tahun, dia memperoleh ijin masuk. Pada 19 Oktober 1743, di Mistretta, dia diijinkan menerima jubah dan mengambil nama Felix, yang adalah nama Santo pertama dari Ordo.

Pada waktu dia mengucapkan profesinya, setahun kemudian, dia dipanggil ke Nicosia untuk membantu saudara pengemis yang berkeliling mengumpulkan derma. Seperti Bapa Serafiknya, Santo Fransiskus, Felix sangatlah keras kepada dirinya, tetapi cintanya pada Tuhan diungkapkannya dalam kemurahan hati terhadap sesamanya. Seperti Fransiskus, dia juga memiliki cinta dan devosi yang besar kepada Sakramen Mahakudus.

Dia dianugerahi dengan bakat menyembuhkan penyakit-penyakit duniawi dan rohani dan dia juga bergembira untuk mendampingi orang-orang yang menderita sakit. Dia juga bisa berada di dua tempat pada waktu yang sama, seperti Padre Pio. Dengan penuh semangat dia memenuhi panggilan menolong orang sakit sewaktu epidemi penyakit merebak di Cerami pada bulan Maret 1777. Tanpa mengenal lelah dia berkeliling melayani orang sakit, dan jerih payahnya dimahkotai dengan keberhasilan yang berlimpah. “Jadilah demikian demi Cinta Tuhan”, itulah kata-kata yang menyertai mukjizat-mukjizatnya. Dan dia juga dapat dikatakan telah menghayati seluruh hidupnya hanya demi cinta Tuhan. Baru kemudian saja cinta itu muncul dari ketaatan. Dia tidak pernah mengerjakan apa pun tanpa ijin, dan ketika akhirnya dia dirundung penyakit, dia minta kepada Gardian ijin untuk pergi meninggal dunia. Dia meninggal dunia pada 31 Mei 1787, pada usia 72 tahun.

Selama tiga puluh tiga tahun dia hidup di bawah seorang atasan yang beranggapan bahwa sudah menjadi tugasnyalah untuk menyucikan Felix dengan memberikan kepadanya tugas keras yang tiada henti dan perendahan diri yang mengagumkan. Dengan semangat seorang pahlawan Felix memikul semuanya itu. Felix dibeatifikasi oleh Leo XIII pada 12 Februari 1888. Tiga tahun kemudian jenazahnya dipindahkan ke Katedral Nicosia. Dia mendapat kanonisasi dari Paus Benediktus XVI pada 23 Oktober 2005.

Diterjemahkan oleh: Alfons S. Suhardi, OFM