OFM Artist Gathering 2026: Menjadikan Keindahan sebagai Jalan menuju Allah

Roma, OFM – Bisakah lukisan, musik, patung, mural, ikon dan kreativitas menjadi jalan untuk mewartakan Injil? Bagi 18 saudara Fransiskan seniman dari berbagai negara yang berkumpul dalam OFM Artist Gathering 2026 pada 2 hingga 7 November 2026 di Kuria Generalat OFM, Roma, jawabannya adalah: tentu saja! Dalam suasana persaudaraan yang hangat, para saudara berbagi kisah, karya, dan pengalaman pelayanan melalui berbagai bidang seni. Ada Sdr. Jemsmon, pelukis surealis dari India; Sdr. Giuseppe, pematung dari Italia; Sdr. Kevin Hamzik, ilustrator yang mengangkat isu kemanusiaan Amerika Serikat–Meksiko; serta Jose Luiz Diaz, ikonografer dari Venezuela. Dunia musik pun hadir melalui para musisi Italia, penyanyi tenor dari Kroasia, komponis dari Filipina dan Vietnam, hingga Sdr. Feliks dari Kolombia yang menggunakan musik tradisional untuk menyuarakan persoalan sosial.OFM Indonesia juga turut ambil bagian. Sdr. Edo da Silva OFM berbagi pengalaman perjalanan kreativitas Fransiskan yang bertumbuh sejak Bengkel Kreativitas Saudara Muda OFM tahun 2014. Pengalaman tersebut berkembang melalui karya-karya musik bersama dalam Fransiskan Media Center Indonesia (FMCI), pelayanan di paroki dan sekolah, hingga pembentukan Cafetaria OMK di Paroki St. Fransiskus Assisi Tentang, Labuan Bajo. Melalui wadah ini, kreativitas kaum muda dikembangkan sekaligus dihubungkan dengan pelestarian budaya lokal, pemberdayaan ekonomi, dan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Sharing ini mendapat sambutan positif dari para saudara sebagai contoh pastoral kreatif dan kontekstual.Pertemuan ini juga diperkaya dengan refleksi The Beauty of the Peacock: Francis to his Friar Artists, serta diskusi bersama Minister General OFM, Sdr. Massimo Fusarelli, yang didampingi Sekretariat General untuk Misi dan Evangelisasi serta JPIC OFM. Para saudara diajak mendalami kembali spiritualitas Santo Fransiskus yang mampu menemukan keindahan Allah dalam seluruh ciptaan dan menjadikan keindahan sebagai jalan untuk mendekatkan manusia kepada Sang Pencipta.

Salah satu agenda menarik adalah kunjungan ke Basilika Santa Maria in Aracoeli, Roma. Basilika bersejarah yang kaya akan karya seni ini menjadi ruang perjumpaan antara iman, seni, dan sejarah Fransiskan, termasuk melalui fresco karya Pinturicchio di Kapel Bufalini yang menggambarkan kehidupan Santo Bernardino dari Siena.Lebih dari sekadar pertemuan para seniman, gathering ini menghasilkan rekomendasi konkret untuk Kapitel General OFM 2027. Para saudara mendorong agar seni mendapat perhatian lebih dalam misi evangelisasi dan pembaruan Ratio Formationis Franciscanae (RFF), khususnya dalam pengenalan, pendampingan, dan pengembangan talenta artistik para saudara sejak masa formasi awal. Pertemuan ini menegaskan bahwa seni bukan sekadar bakat atau hobi pribadi. Seni adalah anugerah yang dapat memperkaya persaudaraan, menyuarakan kepedulian terhadap sesama, merawat budaya, dan menjadi sarana pewartaan Injil.

Santo Fransiskus mengajarkan kita untuk mengenali keindahan Sang Pencipta melalui seluruh ciptaan. Sebab, ketika seni lahir dari persaudaraan, ia tidak hanya menghasilkan keindahan, tetapi juga menghidupkan harapan.

Pace e Bene!

Laporan: Sdr. Eduard da Silva OFM

Tinggalkan Komentar