Saya Mamanya, Pater

Novisiat memang masa-masa penuh kepolosan dan keluguan yang masih terpancar di dalam diri para novis. Tak jarang karena keluguan dan kepolosan itu muncullah cerita lucu seperti kisah berikut ini. Peristiwa ini terjadi pada angkatan-angkatan awal Novisiat Transitus Depok. Seperti diketahui para mantan ‘Depok School’, berseberangan dengan Novisiat ada satu keluarga Kristen. Kelurga ini punya anak kembar putri. Memang sih anaknya cakep-cakep. Apalagi waktu masih kecilnya itu. Soalnya mamanya memang cakep juga sih.

Pada waktu kedua anak ini masih di TK, mamanya setiap hari antar jemput anak-anak itu. Nah suatu kali, ketika mereka sedang berjalan entah dari mana, ada serombongan novis yang juga sedang mengarah ke Novisiat (kalau tidak keliru pulang dari gereja). Melihat dua anak cakep itu, muncul kejahilan dalam diri seorang novis. Ia mendekati mereka. Mengira bahwa ‘nona’ yang bersama kedua anak itu adalah tantenya, so novis ini berkata, “Hallo, adiiik! Aduuuh cakepnya . . . persis seperti mamanya”. Tanpa diduga, si ‘tante’ itu menjawab, “Ya saya mamanya, Pater!”. Alamaaak! Merahlah muka si ‘Pater’ itu.
Novis angkatan kedua pun kecele-bule karena mengira anak itu berjalan dengan tantenya, padahal ia terlanjur memuji mamanya cakep.

Sumber: TAUFAN, Maret 2002.

1 Komentar

Tinggalkan Komentar