Berpesta Saat Siesta

Why should we do the siesta when we have a fiesta?” Kalimat interogatif ini kiranya dapat menggambarkan apa yang terjadi pada pekan kedua kursus Saudara Muda. Bagaimana tidak? Kursus kali ini diadakan pada jam istirahat siang (pukul 14.00-16.00 atau pukul 16.00-18.00). Akan tetapi, para Saudara Muda justru “berpesta” dalam kursus kali ini.

Pekan kedua kursus para Saudara Muda berlangsung pada 19-24 Juli 2021. Kali ini, peserta dan fasilitatornya mengalami penambahan jumlah. Para Saudara Muda komunitas St. Bonaventura, secara khusus para saudara muda tingkat II dan III bergabung dalam kursus kali ini. Fasilitatornya adalah Saudara Titus Angga Restuaji dan dua temannya, Ms. Adesti Komalasari dan Brother David Leary.

Kursus yang diikuti oleh para saudara muda (tingkat II dan III) kali ini adalah kursus bahasa Inggris. Brother David Leary, teman sekomunitas saudara Titus ketika menjalankan studi di Australia,  membuka dan menutup pekan kursus ini (19 dan 24 Juli). Sementara itu, Ms. Adesti, mantan dosen saudara Titus ketika menjalankan studi di Univeritas Sanata Dharma, menjadi fasilitator pada tanggal 20-23 Juli yang lalu. Bahasa Inggris menjadi sarana pembelajaran pada kesempatan kursus ini.

Ada banyak topik yang diangkat dalam kesempatan kursus kali ini. Bersama Brother David, para saudara muda diajak untuk mendiskusikan topik-topik kefransiskanan, misalnya sine proprio, bagaimana melihat Tuhan di dalam diri dan di dalam sesama, dan tentang keberpihakan Yesus kepada orang kecil. Pembicaraan bersama Brother David menjadi lebih menarik berkat sharing pengalaman-pengalaman uniknya tentang menjadi seorang fransiskan di Australia, secara khusus pada masa tuanya.

Sementara itu, Ms. Adesti mengajak para saudara muda untuk menelusuri topik-topik pada masa ini. Ms. Adesti mengenalkan topik-topik seperti, toxic positivity, unsung heroes, dan inclusivity. Lewat kuis-kuis yang dibuat oleh Ms. Adesti secara daring, para saudara muda mengikuti kursus ini dengan sangat antusias. Melalui kuis ini juga, para saudara muda diajak untuk berani menjelaskan dengan bahasa Inggris, baik secara tulisan ataupun lisan.

Interaktif. Kiranya kata itulah yang dapat menggambarkan proses berjalannya kursus. Kesempatan mengadakan kursus secara daring membuka wawasan para saudara muda lewat dialog-dialog yang terjadi. Baik Brother David dan Ms. Adesti membuka kesempatan seluas-seluasnya kepada para saudara muda untuk menyampaikan pendapat dan pertanyaannya. Semuanya bergembira dan ternyata dapat saling belajar satu sama lain.

Terima kasih Saudara Titus, Ms. Adesti, dan Brother David!

 

Sdr. Vincent Gabriel, OFM

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *