Berwibawa karena Bersaudara dan Dina

[tab name=”Berita”]

(Tulisan ini adalah rangkaian reportase dari pelayan Provinsi OFM St. Mikael Malaikat Agung, Indonesia, Sdr. Adrianus Sunarko OFM yang mengikuti serangkaian acara kapitel umum OFM di Assisi, Italia yang diadakan pada 10 Mei – 7 Juni 2015. Red.)

12.IMG_8223Setelah diberi bahan yang cukup pada minggu pertama dan setelah pemilihan para pimpinan selesai dilakukan, para kapitularis memasuki minggu kerja yang sesungguhnya guna mengambil keputusan-keputusan untuk enam tahun mendatang. Kelompok tidak dibagi berdasarkan bahasa melainkan berdasarkan minat dan keprihatinan (hidup persaudaraan, formasi, option for the poor dll). Kerja kelompok menjadi sulit, karena kemampuan berbahasa yang berbeda-beda. Usul-usul dan pikiran yang dilontarkan seorang saudara tiap kali harus diterjemahkan dulu entah ke dalam bahasa spanyol, italia atau inggris. Diskusi berjalan lambat, tapi akhirnya toh menghasilkan sejumlah kesepakatan awal.

Selain berisi diskusi-diskusi dalam kelompok, minggu ketiga juga diisi dengan sejumlah acara lain yang juga penting dan memberi inspirasi. Yang pertama tentu saja beraudiensi dengan Paus Fransiskus di Sala Clementina di Vatikan. Semua bergembira, karena Paus Fransiskus memberi cukup waktu, juga untuk bersalaman satu per satu dengan sekitar 130 peserta kapitel. Tetapi yang paling penting tentu saja pesan beliau pada para saudara dina. Beliau mengakhiri pesannya dengan catatan berikut: “You have inherited an authority with the people of God with your minority, fraternity, meekness, humility, and poverty. Please preserve this! Do not lose it! The people wish you well, they love you.”

Setelah seharian berdiskusi, sore hari (Rabu, 27 Mei 2015) para kapitularis pergi dengan dua bus menuju biara santa Klara di Assisi untuk berdoa vesper di depan salib San Damiano. Diawali dengan madah yang dinyanyikan dengan indah oleh para suster Klaris, ibadat sore dilanjutkan dengan menyanyikan masmur-masmur dalam bahasa italia, spanyol dan inggris. Dalam renungannya, Vicarius General, sdr. Julio C. Bunader mengutip pesan Paus Fransiskus dalam Evangelii Gaudium: In God’s heart there is a special place for the poor, as He himself became poor in his only begotten Son.” Setelah vesper, acara dilanjutkan dengan ramah tamah sederhana di ruang di bawah kapel. Ibu Abdis menyampaikan rasa gembira dan terima kasih karena mendapat kunjungan demikian banyak saudara dari berbagai Negara. Beliau juga menjanjikan doa para saudari klaris untuk para saudara dina. Para suster klaris kemudian menyanyikan berkat santa klara dan acara diakhiri dengan berkat Minister General untuk para suster klaris.

Minggu ketiga kapitel diakhiri dengan berziarah ke La Verna. Ada dua komunitas dalam kompleks besar biara di La Verna. Komunitas pertama terdiri dari para saudara yang aktif melayani para peziara. Komunitas kedua terdiri dari para saudara yang tinggal di pertapaan. Setelah mendapat penjelasan tentang seluruh kompleks biara, acara diisi dengan perayaan Ekaristi pukul 11 dan kemudian ibadat sore jam 15.00 dilanjutkan dengan prosesi dari Basilika menuju kapel stigmata st. Fransiskus. Prosesi diakhiri dengan mengulangi doa yang disampaikan Santo Johanes Paulus II ketika berkunjung ke La Verna. Waktu itu beliau berpesan: Fransiskus memang lahir di Assisi, tetapi fransiskanisme lahir di La Verna.

Kontributor: Sdr. Adrianus Sunarko OFM

[/tab][tab name=”Foto-foto”]

12.IMG_8223 13.IMG_8224 19.IMG_9025 23.IMG_8262 24.IMG_8266 31.IMG_9087 34.IMG_9096 35.IMG_9100 44.IMG_9114 00630_26052015 00634_26052015 IMG_7861cOFM

[/tab][end_tabset]

Post navigation

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *