DIPANGGIL UNTUK BERDOA, BEKERJA, DAN BELAJAR (Pembukaan Retret Para Saudara Muda Komunitas Antonius Padua, Jakarta)

Pandemi covid-19 serentak mengubah sebagian rutinitas dalam Persaudaraan OFM. Salah satunya ialah kegiatan ret-ret tahunan pembaruan kaul sementara saudara-saudara muda OFM. Tahun ini, saudara-saudara muda OFM tidak dapat menyelenggarakan ret-ret pembaruan kaul secara bersama, tetapi diselenggarakan dan diatur oleh komunitas masing-masing. Karena itu, pada Kamis 13 Agustus 2020 Komunitas St. Antonius Padua memulai pekan ret-ret ini yang dalam rencananya berakhir pada 18 Agustus 2020. Ret-ret ini dibuka dengan ibadat sore dan Ekaristi bersama.

Adapun tema yang diangkat dalam ret-ret ini yakni “Dipanggil untuk berdoa, bekerja, dan belajar.” Sdr. Tauchen Hotlan Girsang, OFM dalam khotbahnya mengatakan bahwa tema ini merupakan satu-kesatuan, dan ketiganya tidak dapat dipisahkan. “Tema ini dapat disebut sebagai trilogi yang akan dihidupi dalam Komunitas St. Antonius Padua kedepannya,” ungkap Sdr. Tauchen.

Dengan berpatokan pada injil Mat. 18:21-19:1, Sdr. Tauchen, OFM memberi penekanan pada kalimat “setelah Yesus selesai dengan pengajaran-Nya, berangkatlah Ia dari Galilea”. Menurutnya, Galilea merupakan tempat karya Yesus. Di sana Yesus banyak melakukan mukjizat. Tetapi setelah melakukannya Yesus pun berangkat dari Galilea. Sdr. Tauchen menegaskan bahwa peristiwa Yesus berangkat dari Galilea amat cocok dengan konteks kita yang akan melaksanakan ret-ret pada pekan ini. “Selama ini kita sibuk dengan berbagai rutinitas, dan pada kesempatan ret-ret ini kita diajak untuk kembali ke dalam diri kita, melihat sembari merenungi hal-hal yang telah kita lakukan selama ini”, tandasnya. Di akhir renungannya, Sdr. Tauchen, OFM berpesan agar ret-ret ini menjadi kesempatan berahmat, bukan saat untuk beristirahat.

Sedangkan, Sdr. Iron Rupa, OFM dalam introduksi ret-ret menekankan tujuan, metode, serta rutinitas harian selama ret-ret. Menurutnya, tujuan dari ret-ret ini adalah agar para saudara semakin mencintai dan menghidupi ketiga hal tersebut (berdoa, bekerja, dan belajar). Sedangkan metode yang digunakan akan berbasiskan pengalaman-pengalaman konkret kemudian dipadukan dengan teks-teks kitab suci ataupun dokumen ordo yang sesuai dengan tema yang diangkat.

Selain itu, Sdr. Iron, OFM juga memaparkan secara singkat tema ret-ret ini. Menurutnya, doa sangat penting untuk kehidupan religius. “Orang yang berdoa adalah orang yang bersyukur”, tandasnya. Karena itu, beliau menekankan agar setiap saudara  menjaga dan merawat hidup doa, baik bersama maupun pribadi. Sedangkan bekerja  menunjukkan kasih dan kepedulian. “Orang yang bekerja adalah orang mencintai rumah ini, mencintai saudara-saudaranya. Selain itu, orang yang giat bekerja adalah orang yang rendah hati,” ungkap Sdr. Iron. Sedangkan terkait dengan belajar, Sdr. Iron menekankan dimensi perutusan dari belajar. “Belajar bukan saja untuk mendapatkan nilai tetapi belajar untuk menjadi orang yang bijaksana. Sebagai sesama saudara, kerja sama dalam belajar adalah hal penting. Saudara yang lain bukan pesaing, tetapi rekan belajar,” tandas Sdr. Iron mengakhiri sesi introduksi ini.

Sdr. Simon Lebo, OFM

(bersambung)…

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *