Cianjur, OFM – Suasana haru dan sukacita dialami keluarga besar Ordo Fratrum Minoruum (OFM) pada perayaan Tahbisan Imamat dan Diakonat yang berlangsung pada Jumat, 6 Februari 2026, di gereja St. Petrus Cianjur, Jawa Barat pkl. 16.30 hingga 19.30 WIB. Perayaan Ekaristi tahbisan suci ini dipimpin oleh Mgr. Adrianus Sunarko OFM, Uskup Keuskupan Pangkalpinang dan didampingi Sdr. Laurentius Agustinus Nggame OFM (Provinsial OFM Indonesia) dan Sdr. Sebastian Gaguk OFM (Pastor Paroki St. Petrus Cianjur). Ketujuh Fransiskan muda yang menerima rahmat tahbisan ini adalah Diakon Agustinus Firstson Woghe Kega, OFM (tahbisan imamat), serta enam (6) Saudara lainnya yang akan ditahbiskan menjadi Diakon adalah Sdr. Agustinus Noning, OFM, Sdr. Agustinus Alanersase Vanri, OFM, Sdr. Tarsisius Mardi Sudirman, OFM, Sdr. Polikarpus Wiglis Bria, OFM, Sdr. Andreas Ivan Setiawan, OFM, dan Sdr. Teofilus Armando Gadong, OFM.
Dalam homilinya, Mgr. Sunarko OFM menekankan pentingnya bagi para Saudara tertahbis untuk merawat relasi personal dengan Yesus. Dengan menyitir pesan-pesan penting Paus Benediktus XVI, Paus Fransiskus dan Paus Leo XIV, Uskup Keuskupan Pangkalpinang ini menegaskan pentingnya membangun dan membarui persekutuan dengan Kristus. “Ketiga Paus ini sama-sama mengarah pada satu pesan, yakni para imam dipanggil untuk memperdalam relasi dengan Kristus, relasi yang otentik dan sungguh-sungguh…..Para imam hendaknya menjadi gembala yang berbelarasa, mengasihi karena mereka sendiri sudah terlebih dahulu dikasihi Allah,” tegas Mgr. Narko.
Mengacu pada pengalaman Petrus dalam Injil, menurut Mgr. Narko, Petrus dinyatakan lulus dari ujian Yesus. “Seperti Petrus, demikian juga kita, pasti selalu diberi kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahan. Tuhan berinisiatif. Ia sudah lebih dahulu mengasihi kita., maka pertama-tama kita mensyukuri kasih-Nya itu,” ungkapnya. Mengutip Paus Fransiskus, Mgr. Narko menegaskan, “Imam bukan birokrat atau fungsionaris. Tugasnya adalah membangun relasi personal yang otentik dengan Kristus, dan membawa relasi itu dalam perjumpaan dengan orang banyak,” pungkas mantan Provinsial OFM ini.
“Tuhan, Engkau Tahu bahwa Aku Mengasihi Engkau” (Yoh. 21:17)
Ketujuh yubilaris ini sepakat memilih tema perayaan, “Tuhan, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau” (Yoh. 21:17) sebagai hasil refleksi mereka terhadap dinamika panggilan selama ini. Sdr. Agustinus Firstson Woghe Kega, OFM dalam sambutannya mengungkapkan bahwa imamat ini merupakan jalan sunyi mengikuti Yesus. “Kami sering tampil seperti Petrus. Ada saat kami mengkhianati Allah, ada pula saat di mana kami taat dan mengasihi-Nya. Wujud kasih kami adalah taat pada-Nya,” kata Sdr. Firston OFM meyakinkan. Mengutip Paus Benediktus XVI, dengan tegas Pastor Firston mengungkapkan bahwa imamat bukan karir. Jadi imam, baginya merupakan pilihan untuk bersatu dengan gereja, dan bukan memecah-belah gereja.
Dalam sambutannya mewakili orang tua tertahbis, bapak Mikhael Kega memohon agar umat mendoakan anak-anaknya yang hari ini ditahbiskan. Dia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah dan terus mendukung panggilan ketujuh Fransiskan muda ini. Ia merasakan bahwa semua yang hadir dalam perayaan tahbisan ini ada dalam satu rasa, yakni rasa di mana Tuhan mengasihi. Dalam nada syukur yang sama, perwakilan Dirjen Bimas Katolik menyampaikan harapannya agar Imam dan para Diakon ini dapat menjadi mitra pemerintah dalam menjaga harmoni sosial. Tugasnya adalah melayani umat dan menjadi jembatan kasih.
Rentetan sambutan diakhiri oleh Sdr. Laurentius Agustinus Nggame OFM, Minister Provinsi OFM Indonesia. Ia mengapresiasi kesetiaan, kegigihan dan ketangguhan para Saudara tertahbis yang telah melewati dinamika panggilan selama ini dari tahap ke tahap. Ia berpesan, “semoga seperti St. Petrus, para yubilaris dapat mengantar umat sampai pada kerajaan Allah.”Di akhir sambutannya, Sdr. Gusti membacakan surat penempatan tugas perutusan ketujuh Saudara tertahbis: Agustinus Firstson Woghe Kega, OFM diutus berkarya di Paroki Hati Kudus Laktutus, Keuskupan Atambua, Sdr. Agustinus Noning, OFM diutus ke Paroki Magalau, Keuskupan Banjarmasin, Sdr. Agustinus Alanersase Vanri, OFM diutus menjadi socius magister Novis OFM di Novisiat Transitus Depok, Sdr. Tarsisius Mardi Sudirman, OFM dipercayakan menjadi socius magister postulan di Postulat OFM Pagal, Keuskupan Ruteng, Sdr. Polikarpus Wiglis Bria, OFM menjalani masa Diakonat di Paroki Ratu para Malaikat Cipanas, Keuskupan Bogor, Sdr. Andreas Ivan Setiawan, OFM berkarya di Paroki St. Fransiskus Assisi Tentang, Keuskupan Labuan Bajo dan Sdr. Teofilus Armando Gadong, OFM menjalani masa Diakonat di Paroki St. Paulus Depok, Keuskupan Bogor.
Usai Ekaristi, perayaan syukur ini dilanjutkan dengan acara ramah tamah bersama di aula Paroki Cianjur. Aneka tarian dan nyanyian dari beberapa kelompok umat Paroki Cianjur turut memeriahkan perayaan sukacita bersama seluruh tamu yang hadir.
Efendy Marut OFM/FMC

Tinggalkan Komentar