Kenangan Penuh Syukur Hidup Membiara dan Imamat

[Index Berita]

Kurang lebih delapan ratus orang menghadiri perayaan ekaristi kenangan penuh syukur hidup membiara dan imamat para Fransiskan. Perayaan ekaristi yang dimeriahkan oleh paduan suara dari Paroki Paulus, Depok, berlangsung di Kramat V, Jakarta Pusat, Senin, 22 Oktober 2012.

Para Fransiskan tersebut adalah Sdr. Aloysius Ombos OFM, Sdr. Stanis Galis OFM, yang keduanya telah 50 tahun hidup membiara dan saudara yang 40 tahun hidup membiara adalah Sdr. Yan Ladju OFM, Sdr. Mulyanto OFM, Sdr. Kees van Dijk OFM, dan Sdr. Albert Sudarsono OFM. Dan, yang 25 tahun hidup membiara adalah Sdr. Stanislaus Sukartanto OFM, Sdr. Bambang Hasta Winarno OFM, dan Sdr. Adrianus Sunarko OFM. Serta, Sdr. Alexander Sugijarto OFM yang telah 25 tahun hidup imamatnya.

Vikaris provinsi Ordo Saudara Dina Indonesia, Sdr. Peter Aman OFM, yang memimpin perayaan ekaristi, dalam khotbahnya, menegaskan, waktulah yang akan menyingkapi segala-galanya. 25 tahun, 40 tahun, dan 50 tahun adalah waktu dalam hitungan. Koordinator JPIC itu juga menegaskan ada dua poin penting dalam hubungan dengan waktu yaitu harapan dan anugerah.

“Waktu menunjukan harapan akan pembebasan karena waktu yang dilalui, bukanlah kairos melainkan kronos. Juga, waktu dan hidup akan mendatangi kita sebagai anugerah, pemberian dan rahmat yang mesti disyukuri di dalam keterbatasan waktu hidup yang kita miliki,” tegasnya.

Lebih lanjut, imam kelahiran Flores itu, mengatakan bahwa 25 tahun, 40 tahun, 50 tahun tidak menganggapnya ‘telah selesai’ melainkan waktu itu untuk terus berjuang, berapa pun usiamu, biar Kristus menangkapmu dan melukiskan keindahan kasih-Nya di dalam dirimu agar semakin banyak orang ‘melihat perbuatanmu yang baik dan memuji Bapa di Surga.
Sementara itu, Sdr. Alo Ombos OFM, pestawan yang telah 50 tahun hidup membiara, dalam sambutannya, mengatakan, ”saya bersyukur bahwa saya merasa didukung dan berjalan bersama para saudara yang lain. Terlihat jelas bentuk dukungannya, para saudara muda semakin banyak yang mengikuti jejak kami yakni mengikuti Yesus Kristus dengan meneladani cara hidup bapa kita Santo Fransiskus,” katanya.

Setelah perayaan ekaristi berlangsung, dilanjutkan bersalaman dengan para pestawan dan makan malam bersama. Kemudian, acara ditutup dengan rekreasi bersama. Para saudara muda dari komunitas Padua di bawah kordinator Sdr. Fresko Otor OFM, membawa lagu “I will follow Him, yang disertai dengan gerakannya (menari).

Kontributor: Sdr. Boni Ogur, OFM

Post navigation

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *