Menjadi Pelajar dan Pengajar Rendah Hati

“Menjadi Pelajar dan Pengajar Rendah Hati”
Ekaristi Pembukaan Tahun Pelajaran 2020/2021 Yayasan St. Fransiskus Assisi Jakarta

Yayasan Persekolahan St. Fransiskus Assisi Jakarta menutup MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) dan membuka Tahun Pelajaran 2020/2021 dengan Perayaan Ekaristi pada Rabu, 15/07/2020 di Kapel Yayasan Fransiskus Kramat, Jakarta. Ekaristi yang dirayakan secara daring (online-live streaming) ini dipimpin Rm. Matius Batubara OFM. Di awal pengantar misa, Romo Matius, selaku Ketua Yayasan menyapa segenap murid, guru dan karyawan-karyawati Yayasan Fransiskus yang tersebar di beberapa unit, yakni unit TK Fransiskus Kramat, SD Fransiskus Kramat, SMP Fransiskus 1 Kramat, SMA dan SMK 1 Fransiskus Kramat, dan SMA dan SMK 2 Fransiskus Kampung Ambon.

Dalam homilinya, Romo Matius menekankan beberapa poin penting yang mutlak perlu untuk dihayati dan dilakukan selama proses pembelajaran di tengah situasi pandemi covid-19 ini. Pertama, situasi covid ini tentu membuat segala hal yang terkait dengan proses belajar-mengajar tidak bisa berjalan efektif. “Proses pembelajaran selama masa covid-19 ini sesungguhnya menantang dan menuntut kita untuk mau belajar, dalam hal ini belajar memanfaatkan teknologi. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bisa terlaksana dengan efektif bila kita paham teknologi; bagaimana memanfaatkannya secara kreatif,” tegas Romo Matius. “Dalam situasi terbatas selama ini, ucapan terima kasih patut disampaikan bagi para guru yang secara kreatif memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran sehingga dapat memfasilitasi anak-anak untuk belajar di rumah,” sambung Romo Ketua Yayasan ini.

Poin kedua yang ditekankan Romo Matius dalam homilinya adalah perihal sikap rasa ingin tahu. “Situasi pandemi covid-19 ini juga memaksa kita untuk meningkatkan rasa ingin tahu, sebagaimana pesan St. Bonaventura yang kita rayakan hari ini. Bahwa manusia mesti punya rasa ingin tahu, dan rasa itu harus sampai pada sesuatu yang lebih tinggi yakni kehendak untuk melakukan kebaikan,” terang Romo Matius. “Dan selain itu, sambungnya, “sikap dasar yang perlu ada dalam diri setiap orang adalah sikap rendah hati. Orang yang rendah hati adalah orang yang selalu mau belajar.”

Untuk Persekolahan Fransiskus, Pembelajaran Jarak Jauh akan tetap dilaksanakan dalam tahun pelajaran 2020/2021 ini. Karena itu, pada kata penutup ekaristi, selain menyampaikan terima kasih dan proficiat, Romo Matius juga menaruh harapan besar pada para guru agar terus melakukan terobosan di unitnya masing-masing, selalu menjadi inspirasi bagi para peserta didik dan terus mengupayakan cara-cara kreatif pembelajaran di tengah situasi pandemi ini.

Kontributor: Sdr. Efendy Marut OFM

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *