Merawat Persaudaraan: Rekoleksi Bulanan Saudara-saudara Muda OFM

Foto bersama pasca Perayaan Ekaristi penutupan rekoleksi di Biara Padua, Cempaka Putih.

Jakarta, OFM – Pada hari Sabtu malam, tanggal 16 September 2023, para Saudara Muda dari Biara St. Antonius Padua dan Biara Duns Scotus serta para saudara TOP-er serta TOK-er dari Kramat datang berduyun-duyun menuju Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara. Mereka bukan datang untuk mengikuti kuliah malam melainkan untuk berefleksi dan bermenung bersama dalam rekoleksi FORKASI bulan September. Rekoleksi diadakan di Ruangan I, Gedung “A” Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara.

Pemberi materi rekoleksi FORKASI bulan September ini adalah RD. Simon Petrus Lili Tjahjadi, seorang imam Keuskupan Agung Jakarta yang juga adalah dosen Filsafat dan Ketua Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara. Beliau membawakan rekoleksi dengan tema “Menepati Injil Suci Tuhan Kita Yesus Kristus”. Tema ini selaras dengan Anggaran Dasar dan cara hidup Saudara-saudara Dina.

Judul materi pada sesi pertama adalah “Persaudaraan: Perekat Hidup Komunitas, Sebuah Pendekatan Biblis”. “Tidak ada komunitas yang isinya malaikat semua,” ungkap Romo Simon. Ia hendak menggarisbawahi persaudaraan yang konkret. Persaudaraan yang konkret adalah persaudaraan yang masih memiliki kelebihan dan kekurangan, namun bersama-sama berani berjalan menuju kesempurnaan. Sesi pertama berlangsung dari pukul 20.00 hingga 21.15. Sesi ditutup dengan doa dan dilanjutkan permenungan pribadi serta istirahat malam.

Diskusi dan sharing bernuansa “serius tapi santai” di wilayah kampus STF Driyarkara.

Pada hari berikutnya, Minggu, 17 September 2023, sesi kedua berlangsung dari pukul 08.00 hingga 09.20. Pada sesi ini, Romo Simon mengajak para saudara muda untuk mengenal delapan tantangan hidup zaman kita, yakni: individualisme, pluralisme, kontras-kontras sosial, hedonisme, intoleransi agama, budaya multimedia, nihilisme generasi muda, dan ekologi. Setelah memaparkannya, Romo Simon mengajak para Saudara Muda untuk berdiskusi dalam menentukan prioritas dari kedelapan tantangan tersebut. Para Saudara Muda kemudian secara berkelompok berdiskusi di seputaran wilayah STF Driyarkara dengan suasana yang sersan (serius tetapi santai).

Setelah para Saudara Muda berdiskusi, mereka kembali menuju ruangan untuk memaparkan hasil diskusi dan inspirasi-inspirasi Kitab Suci untuk menanggapi tantangan tersebut. Sikap-sikap yang ditawarkan oleh Romo Simon untuk menghadapi tantangan tersebut adalah ofensif, yakni mengakui adanya tantangan tersebut dan berani menghadapinya dengan kritis. Sikap berikutnya adalah kreatif untuk menemukan jalan keluar dari tantangan yang ada dan bersikap inklusif atau terbuka kepada sesama.

Perayaan Ekaristi bersama di Kapel Biara Padua.

Sebelum rekoleksi ditutup, para saudara muda bekerja bersama untuk membersihkan ruangan yang telah dipakai. Rekoleksi ditutup dengan misa bersama yang juga dipimpin oleh Romo Simon di Biara St. Antonius Padua, Jakarta. Setelah misa penutupan rekoleksi, para saudara muda berfoto bersama Romo Simon makan siang bersama.

 

Kontributor: Sdr. Juan Carlo Suban Mukin, OFM

Ed. : Sdr. Vincent, OFM

 

Tinggalkan Komentar