Natal Bersama Kekanta dan Umat Stasi Ngargo Mulyo

Sebagaimana pernah kami sharingkan di website ini, Keluarga Besar Fransiskan Yogyakarta (Kekanta) berpartisipasi dalam solidaritas menanggapi bencana letusan gunung Merapi. Sharing kami itu telah mendapat beberapa tanggapan. Kekanta mengucapkan terima kasih banyak atas tanggapan tersebut, khususnya untuk para donatur, baik yang dapat kami kontak maupun yang tidak. Dalam sharing tempo hari, kami beritakan bahwa Kekanta merencanakan aksi solidaritas pasca bencana. ‘Ide’ yang dimaksud dalam sharing tersebut sedang diwujudkan.

Setelah pengungsi di posko Kekanta, yaitu SMP Marganingsih – Muntilan, mulai kembali ke kempungnya, aksi solidaritas masih berjalan. Beberapa saudara-saudari, baik atas inisiatif komunitas dan/kongregasi, masih mengadakan penjajakan ke daerah korban sekitar daerah Muntilan.

Salah satu daerah yang dijajaki ialah Kwilet, desa Ketunggeng, kecamata Dukun – Muntilan. Daerah ini terkena abu, sehingga lahan pertanian rusak, dan gagal panen total. Para penggarap lahan yang hidupnya hanya bergantung pada tanah garapan, kehilangan penghasilan. Saudara Jon Kore OFM dan beberapa saudari mengadakan survei dan kunjungan sejak 3 Desember 2010; berjumpa dan menyaksikan keadaan warga di sana; mengetuk pintu para donatur; akhirnya kepada warga di daerah ini telah disumbangkan sembako dan terutama pelbagai benih tanaman dan benih pohon. Tanggapan warga di daerah ini sangat mengesankan. Mereka sangat bersyukur atas uluran tangan banyak orang. Menarik bahwa warga di wilayah ini, pada suatu malam mengadakan doa syukur lintas agama atas solidaritas yang mereka alami.

Untuk tujuan aksi pasca-bencana, Kekanta telah mengirim proposal ke komunitas-komunitas dan para donatur. Ada sejumlah donatur telah menanggapi proposal tersebut. Kekanta mengucapkan banyak terima kasih atas sumbangan solidaritas Anda sekalian [perihal proposal ditangani tersendiri oleh pengurus Kekanta]. Dalam kerangka aksi pasca bencana tersebut, rapat Kekanta 6 Desember 2010, memutuskan untuk memaknai momen Natal dengan aksi solidaritas dengan sesama yang menjadi korban bencana Merapi.

Akhirnya diputuskan perayaan Natal Bersama di daerah Tangkil –Lingkungan St. Paulus, Ngargo Mulyo, Paroki Sumber – Muntilan. Daerah ini berada sekitar delapan KM dari Merapi, terkena abu vulkanik dan aliran lahar dingin yang mengandung material batu dan pasir. Dibentuklah panitia yang mengkoordinasi perayaan ini. Panitia pun mulai menjajagi daerah ini, berkoordinasi dengan Pastor kepala paroki Sumber, Rm. Kirjito Pr, dan pengurus wilayahnya. Pelapor sendiri juga berkesempatan mengunjungi warga di lingkungan ini.

Perayaan Natal Bersama diadakan pada Senin, 27 Desember 2010, bertepatan dengan Pesta Santo Yohanes Rasul. Hari itu, sejak pukul 08.00 WIB, rombongan Kekanta (54 orang dari 11 Kongregasi), telah berkumpul di Biara Santo Bonaventura. Secara “berantai” rombongan menaikan kemasan sumbangan yang telah disiapkan beberapa hari sebelumnya.

Kekanta telah mengemas sekitar 400 bingkisan untuk setiap keluarga (beras, mie instant, kue kering, gula pasir, teh). Disediakan juga bingkisan untuk anak-anak sekolah (makanan ringan, paket alat tulis, mainan anak). Sebuah truk sewaan diisi penuh dengan bingkisan tersebut – yang tentunya merupakan buah solidaritas dari setiap komunitas maupun para donatur. Sedangkan satu pick up kecil khusus untuk memuat minyak goreng yang telah dikemas. Rombonganpun berangkat dengan menumpang tiga bis. Sekitar Pkl. 09.00 WIB rombongan yang dikoordinir oleh Br. Maxi MTB ini pun bergerak menuju Ngargo Mulyo.

Sekitar dua setengah jam kemudian, rombongan telah berada di Kapel St. Pulus. Umat yang telah menunggu sejak pkl. 09.00 tetap antusias. Perayaan Ekaristi pun mulai. Seorang tokoh umat memberi sambutan awal yang mengesankan: “Ini kali pertama kapel kami ini dipenuhi dengan biarawan biarawati sebanyak ini.”

Si pengkhotbah dalam Ekaristi ini menambahkan bahwa sebagian terbesar dari rombongan ini tidak berasal dari Jawa. “Kami datang dari pelbagai penjuru Indonesia tanpa pernah merencanakan akan merayakan Natal di tempat ini. Namun, hari ini, Merapi ‘mempersatukan’ kita semua dalam rasa solidaritas. Seperti ‘murid yang dikasih Yesus,’ kita digerakkan untuk datang melihat dari dekat apa yang dialami para saudari dan saudara korban bencana dan percaya bahwa di antara rasa keputusasaan di tempat ini, masih ada harapan. Semakin kuat solidaritas, semakin teguh harapannya.”

Kekanta mengucapkan Selamat Natal 2010 dan Tahun baru 2011.

Untuk aksi Tanggap Merapi ini KEKANTA telah membuka rekening dengan alamat:
BRI Unit Gejayen
No. 0987-01-014245-53-7
A/n Eni Veronika.

oleh: Andre Atawolo OFM

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *