OFM Indonesia Mencanangkan 2021 sebagai Tahun Persaudaraan

Terpinspirasi oleh Ensiklik terakhir Bapa Suci Paus Fransiskus, Fratelli Tutti, para Saudara Dina Provinsi St. Mikhael Malaikat Agung Indonesia, termasuk Fundasi Timor Leste, pada 7 Januari 2021 mulai menghayati tahun 2021 sebagai tahun persaudaraan. Acara ini diselenggarakan oleh Dapur Spiritualitas dan Penginjilan OFM, sebuah divisi yang juga merupakan penyelenggara webinar tentang Fratelli Tutti yang dilaksanakan pada November 2020 silam.

Sdr. Mikael Peruhe OFM, Minister Provinsi OFM Indonesia, dalam kata pembukanya menggarisbawahi pentingnya Ensiklik FT ini bagi Gereja Indonesia, terutama untuk mendorong para Saudara dalam menghayati persaudaraan secara konkret di dalam masyarakat dan dalam pelbagai bentuk pelayanan pastoral, secara khusus dalam kesaksian dan pelayanan bagi sesama yang sakit dan menderita karena efek Covid-19.

“Ada beberapa proyek yang akan dilaksanakan selama tahun persaudaraan,” ujar sdr. Agustinus Nggame OFM, Direktur Dapur Penginjilan dan Spiritualitas OFM. Tim DPS ini menyediakan booklet sebagai pedoman yang akan membantu para saudara dalam mengimplementasikan tahun persaudaraan ini dalam pelbagai situasi dan konteks pastoral.

Karena pandemi Covid-19, pertemuan ini diadakan secara online, dengan menampilkan kreativitas yang penuh sukacita dari setiap saudara di masing-masing entitas. Pada momen ini pula, sebuah lagu indah berjudul “Kita Satu Keluarga”gubahan Sdr. Stanislaus Sukartanto OFM di-launching sebagai theme song tahun persaudaraan. Lagu ini bisa didengarkan melalui channel Youtube OFM. Sedangkan  sebagai lambang tahun persaudaraan, DPS telah meminta Sdr. Rio Edison OFM untuk membuat logonya sendiri dan, pada kesempatan ini juga dia diberi kesempatan untuk menjelaskan makna logo tersebut.

Dalam acara hari ini, setiap Gardianat memberikan presentasi singkat tentang kondisi terkini di komunitasnya. Sekitar tiga belas komunitas dari berbagai pulau dan daerah di Indonesia dan Timor Leste menampilkan diri mereka melalui video pendek yang menampilkan kreativitas berupa yel-yel, nyanyian, tarian serta pembacaan doa damai St. Fransiskus Assisi. Para saudara misionaris di Thailand, Istanbul, dan Tanah Suci juga berpartisipasi dalam acara ini.

Sebagai sesi terakhir, para Saudara Muda dan para Novis menampilkan video pendek yang telah mereka siapkan dengan baik untuk disaksikan semua saudara. Untuk diketahui, setiap tahun para Saudara Muda OFM (sekarang berjumlah 85 orang) biasa menghabiskan sekitar tiga hari di rumah Novisiat untuk mengadakan pertemuan tahunan, tapi sayangnya tahun ini semua itu tidak bisa dilakukan.

Apa yang kami alami benar-benar merupakan momen persaudaraan dan motivasi tersendiri. “Kami senang dengan inisiatif yang indah ini”, kata para saudara.

Selama hampir setahun, para saudara se-provinsi menjalankan ritme kehidupan tidak seperti biasanya karena pandemi Covid-19. Tetapi pada hari ini kami mengalami iklim persaudaraan berupa sukacita dan harapan yang juga akan kami bagikan kepada saudara-saudari lain yang kami jumpai.  

Oleh Sdr. Efendy Marut OFM,

diterjemahkan dari tulisan Sdr. Andre Atawolo OFM berjudul “Un Anno di Fraternità per l’OFM dell’Indonesia” pada https://christusmedium.com/2021/01/un-anno-di-fraternita-per-lofm-dellindonesia/.

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *