Pembukaan Tahun Persaudaraan

Pada hari Kamis, 7 Januari 2021, kami menghadiri acara pembukaan “Tahun Persaudaraan”. Acara dilaksanakan via zoom pada pukul 09:00 – 11:00 WIB. Acara dipandu oleh Sdr. Fendy Marut, OFM dan diikuti oleh seluruh saudara fransiskan provinsi St. Mikhael Malaikat Agung Indonesia, baik yang berkaul kekal, saudara muda, novis, dan postulan.

Acara dimulai dengan sapaan singkat dari Sdr. Fendy Marut, OFM. Sangat menyenangkan melihat ada begitu banyak saudara yang hadir. Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan dari Sdr. Mikhael Peruhe, OFM sebagai minister provinsi.

Ada beberapa poin yang penting yang bisa digali dari sambutan saudara minister. Saya sebagai peliput memilih tiga poin. Pertama, panggilan sebagai saudara dina mensyaratkan ada dua aksi. Aksi pertama, aksi saling mengasihi, terbuka, dan ramah tamah (AngBul 6:7-8). Aksi kedua adalah persaudaraan yang menghidupi Injil (KonsUm 1:1). Dapat disimpulkan bahwa menjadi fransiskan bukan sekedar “hidup persaudaraan” melainkan hidup dalam terang Injil. Dengan demikian, hidup persaudaraan fransiskan tidak pernah lepas dari Kristus, Firman Allah, dan Persaudaraan.

Poin kedua, adalah tentang persaudaraan. Dalam persaudaraan, orang selalu keluar dari dirinya sendiri. Hal ini secara konkrit terpenuhi dalam perjumpaan dengan orang lain. Dengan demikian, manusia, sekalipun ia adalah pribadi soliter, tetap diarahkan untuk berinteraksi dengan sesamanya. Poin ketiga adalah harapan. Harapan diadakannya kegiatan tahun persaudaraan ini adalah supaya para saudara bisa menjalin kerja sama semakin erat dengan umat.

Setelah sambutan dari saudara minister, kesempatan berikutnya diberikan kepada Sdr. Gusti OFM sebagai anggota Dapur Spiritualitas untuk memberikan penjelasan teknis singkat tentang kegiatan Tahun Persaudaraan ini. Ada beberapa hal raktis yang dijelaskan, semuanya dapat ditemukan dalam booklet kecil yang akan dibagikan kepada masing-masing komunitas.

Setelah penyampaian dari Sdr. Gusti, sampaialah kami kepada acara yang sangat ditunggu, yakni penampilan yel-yel dari masing-masing gardianat. Ada yang tampil kocak dan lucu, ada yang serius, ada yang penuh semangat, dan ada yang mengajak semua peserta untuk berdoa. Inilah keunikan para saudara, sungguh meneguhkan!

Sdr. Aldo, OFM

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *