16 April – St. Marie Bernarde Soubirous

16 April
St. Marie Bernarde Soubirous
1844-1879

16-marie-bernadette-soubirous-3

Dilahirkan di Lourdes, Perancis, pada 7 Januari 1844, anak sulung dari tukang giling Francis Soubirous dan isterinya, Louise, sewaktu anak-anak dia dipanggil Bernadette. Dia hidup dalam kemiskinan yang hina papa bersama orang tuanya, tidak berpendidikan, dan menderita penyakit asma. Pada 11 Februari 1858, sementara dia mengumpulkan kayu bakar pada tepi sungai Grave dekat Lourdes, dia melihat suatu penglihatan dari Santa Perawan Maria dalam sebuah gua pada tebing sungai itu. Ceriteranya menimbulkan sikap skeptis, acuh tak acuh, tetapi penampakan-penampakan Bunda Maria yang terjadi setiap hari itu, menarik kerumunan orang yang sangat besar jumlahnya. Kendati permusuhan besar dari pihak otoritas sipil, dia tetap gigih dalam keyakinanya, dan pada 25 Februari menyebabkan munculnya sebuah mata air yang tidak pernah ada sebelumnya di tempat itu. Pada 25 Maret, penampakan itu berkata kepadanya bahwa yang menampakkan diri itu adalah Yang Terkandung dengan tidak bernoda dan memerintahkan kepadanya untuk membangun sebuah kapel di tempat penampakan itu. Pada 1866, Bernadette menjadi Suster dari Bunda Maria di Nevers, dan dia tetap tinggal di sana sampai kematiannya pada 16 April. Dia adalah seorang anggota Persaudaraan Ikat Pinggang St. Fransiskus. Dia diterima dalam perkumpulan kesalehan ini sesudah dia menjadi seorang suster religius. Lourdes segera menjadi salah satu pusat peziarahan yang besar dari Kekristenan modern, dan menarik jutaan pengunjung. Mukjizat-mukjizat dilaporkan terjadi di tempat suci itu dan dalam air yang mengalir dari mata air itu. Setelah penyelidikan yang ketat dan berat, penampakan itu disahkan secara gerejani. Bernadette dikanonisasi oleh Paus Pius XI pada 1933.

Dari: Kamus Para Kudus oleh John Delaney. Diterjemahkan oleh: P. Alfons S. Suhardi OFM