12 Juni – B. Antoninus Bajewski, imam, dan kawan-kawan, martir

MARTIR-MARTIR FRANSISKAN POLANDIA
06 Juni: Pius Bartosik, Innocent Guz, Achille Puchala, Herman Stepien, imam; Timothy Troianowski,Boniface Zukowski, religius, Ordo I.
12 Juni:  Bl. Antoninus Bajewski
16 Juni: Bl. Anizet Koplinski, imam, dan kawan-kawan, martir Polandia [Henry Krzystofik, Florian Stêpniak, Fidelis Chojnacki, Symforiam Ducki], Ordo I.

Nama-nama mereka (ditebalkan) terdapat dalam daftar 108 Martir Polandia yang berikut ini. Mereka dibeatifikasi pada 13 Juni 1999 oleh Paus Yohanes Paulus II di Warsawa, Polandia.

Daftar 108 Martir Polandia:
keterangan: KK = Kamp Konsentrasi

Adalbert Nierychlewski
Adam Bargielski
Aleksy Sobaszek
Alfons Maria Mazurek
Alicja Maria Jadwiga Kotowska
Alojzy Liguda
Anastazy Jakub Pankiewicz
Anicet Koplinski
Antoni Beszta-Borowski
Antoni Julian Nowowiejski
Antoni Leszczewicz
Antoni Rewera
Antoni Swiadek
Antoni Zawistowski, imam (1882-1942 KK Dachau)
Boleslaw Strzelecki, imam (1896-1941, Kam kematian Jerman Auschwitz)
Bronislaw Komorowski, imam (1889-22.3.1940 KK Stutthof)
Bronislaw Kostkowski, alumnus (1915-1942 KK Dachau)
Brunon Zembol, Saudara Dina (1905-1922 KK Dachau)
Czeslaw Jozwiak (1919-1942 dipancung dengan guillotin di penjara Dresden),
Dominik Jedrzejewski, imam (1886-1942 KK Dachau)
Edward Detkens, imam (1885-1942 KK Dachau)
Edward Grzymala, imam (1906-1942 KK Dachau)
Edward Kazmierski (1919-1942 dipancung dengan guillotin di penjaraDresden),
Edward Klinik (1919-1942 dipancung dengan guillotin di penjaraDresden),
Emil Szramek, imam (1887-1942 KK Dachau)
Ewa Noiszewska, suster (1885-1942, dibunuh di Góra Pietrelewicka di Slonim)
Fidelis Chojnacki
Florian Stepniak, Saudara Dina, imam (1912-1942 KK Dachau)
Franciszek Dachtera, imam (1910-23.8.1942 KK Dachau)

Franciszek Drzewiecki, Saudara Dina, imam (1908-1942 KK Dachau); (1908-1942), Putera Penyelenggaraan Ilahi (Don Orione), dari Zduny, dia dihukum kerja paksa di perkebunan di Dachau. Sementara dia menunduk untuk mengangkat sebakul tanah, dia menyembah Hosti yang sudah dikonsekrasikan, yang dia simpan dalam sebuah kotak dan diletakkan di hadapannya. Ketia dia digiring ke kamar gas (untuk dibunuh), dia memperkuat kawan-kawannya, dengan berkata: “Kita mempersembahkan hidup kita bagi Tuhan, Gereja dan Negara kita”.

Franciszek Kesy (1920-1942 dipancung dengan guillotin di penjaraDresden),
Francis Rogaczewski
Franciszek Roslaniec, imam (1889-1942 KK Dachau)
Franciszek Stryjas, seorang bapa keluarga, (1882-31.7.1944 dipenjara di Kalisz)
Grzegorz Boleslaw Frackowiak, Saudara Dina (1911-1943 dipancung dengan guillotin di penjaraDresden)
Henryk Hlebowicz, imam (1904-1941 ditembak di Borysewo)
Henryk Kaczorowski

Henryk Krzysztofik, Saudara Dina, imam (1908-1942 KK Dachau)

Hilary Pawel Januszewski, biarawan, imam (1907-1945 KK Dachau); (1909-1945), seorang Karmelit yang berhasil tetap hidup di kam Dachao dan dibebaskan. Kemudian ketika pada bulan Februari 1942 di penjara itu merebak penyakit tipus, dia menawarkan diri dengan suka rela untuk merawat mereka yang sedang sekarat di gubug-gubug terasing itu, karena – sebagaimana dia biasa mengatakan – di sana dia lebih dibutuhkan. Dia pun terkena tipus dan akhirnya meninggal dunia di sana.

Jan Antonin Bajewski, Saudara Dina, imam (1915-1941 KK Auschwitz); Franciscans of Niepokalanow. Mereka ini adalah pembantu dekat dari St Maximilian Kolbe dalam perjuangannya demi Tuhan dan bersama-sama menderita dan saling membantu secara rohani dalam mempersembahkan hidup mereka di Auschwitz
Jan Nepomucen Chrzan, imam (1885-1942 KK Dachau)
Jarogniew Wojciechowski (1922-1942 dipancung dengan guillotin di penjaraDresden).
Jerzy Kaszyra, biarawan,imam (1910-1943, dibakar sampai mati di Rosica),
Jozef Achilles Puchala, Saudara Dina, imam (1911-1943)
Jozef Cebula, biarawan, imam (1902-1941 KK Mauthausen)
Jozef Czempiel, imam (1883-1942 KK Mauthausen)
Jozef Innocenty Guz, Saudara Dina, imam (1890-1940 KK Sachsenhausen)
Jozef Jankowski, biarawan,imam, (1910 lahir di Czyczkowy dekat Brusy-16.10.1941, mati diKam kematian Jerman Auschwitz digebugi oleh penjaga)
Jozef Kowalski
Jozef Kurzawa, imam (1910-1940)
Jozef Kut, imam (1905-1942 KK Dachau)
Jozef Pawlowski, imam (1890-9.1.1942 KK Dachau)
Jozef Stanek, Saudara Dina, imam (1916-23.9.1944, dibunuh di Warsawasetelah disiksa oleh orang-orang Jerman di Warsawa)
Jozef Straszewski, imam (1885-1942 KK Dachau)
Jozef Zaplata, Saudara Dina (1904-1945 KK Dachau)

Julia Rodzinska, suster (1899-20.2.1945 meninggal diKam kematian Jerman Stutthof); (1899-1945), seorang Dominikanes, dia meninggal di kam pemunahan di Stuthoff, setelah tertular tifus karena dengan sukarela menolong tawanan-tawanan wanita Yahudi di sebuah gubug.

Karol Herman Stepien, Saudara Dina, imam (1910-1943)

Katarzyna Celestyna Faron, suster (1913-1944 KK Auschwitz); (1913-1944), telah mempersembahkkan hidupnya demi pertobatan seorang imam. Dia ditangkap oleh Gestapo dan dipenjarakan di kam Auschwitz. Dengan gagah berani dia menanggung penganiayaan dalam kam itu dan meninggal dunia pada hari Minggu Paskah 1944. Imam itu bertobat dan juga menjadi sarana bertobatnya seorang imam lain.

Kazimierz Gostynski, imam (1884-1942 KK Dachau)
Kazimierz Grelewski, imam (1907-1942 KK Dachau)
Kazimierz Sykulski, imam (1882-1942 KK Auschwitz)
Krystyn Gondek, biarawan, imam (1909-1942)
Leon Nowakowski, imam (1913-1939)
Leon Wetmanski(1886-1941, Kam kematian Jerman Dzialdowo), uskup
Ludwik Gietyngier
Ludwik Mzyk, biarawan, imam (1905-1940)

Ludwik Pius Bartosik, Saudara Dina, imam (1909-1941 KK Auschwitz); Franciscans dari Niepokalanow. Mereka ini adalah pembantu dekat dari St Maximilian Kolbe dalam perjuangannya demi Tuhan dan bersama-sama menderitadan saling membantu secara rohani dalam mempersembahkan hidup mereka di Auschwitz

Maksymilian Binkiewicz, imam (1913-24.7.1942, dicambuki sampai mati diKam kematian Jerman Dachau)
Marcin Oprzadek, Saudara Dina (1884-1942 KK Dachau)
Maria Antonina Kratochwil, suster (1881-1942)
Maria Klemensa Staszewska, suster (1890-1943 KK Auschwitz)
Marian Gorecki, imam (1903-22.3.1940 KK Stutthof)
Marian Konopinski, imam (1907-1.1.1943 KK Dachau)
Marian Skrzypczak, imam (1909-1939 shot in Plonkowo)
Marianna Biernacka (1888-1943): mempersembahkan hidupnya demi kehidupan seorang cucu yang belum lahir dan untuk itu dia dibunuh pada 13 Juli 1943,
Marta Wolowska, suster (1879-1942, dibunuh di Góra Pietrelewicka di Slonim)
Michal Czartoryski, biarawan, imam (1897-1944)
Michal Ozieblowski, imam (1900-1942 KK Dachau)
Michal Piaszczynski, imam (1885-1940 KK Sachsenhausen)
Michal Wozniak, imam (1875-1942 KK Dachau)
Mieczyslaw Bohatkiewicz, imam (1904-4.3.1942 ditembak di Berezwecz)
Mieczyslawa Kowalska, suster (1902-1941 KK Dzialdowo)
Narcyz Putz, imam (1877-1942 KK Dachau)
Narcyz Turchan, biarawan, imam (1879-1942 KK Dachau)

Natalia Tulasiewicz (1906-31.3.1945 meninggal diKam kematian Jerman Ravensbrück, dalam kamar gas), seorang guru;Bagaimana kita dapat sampai melupakan seorang guru dari Poznan, NATALIA TULASIEWICZ (1906-1945), yang menjadi pemimpin kerasulan awam. Selama pendudukan dia dengan suka rela meninggalkan tugas itu dan pergi ke “Third Reich” (Kekaisaran ke Tiga, Jerman Nazi) dan hidup bersama dengan dan memberikan hiburan rohani kepada wanita-wanitayang dihukum kerja paksa yang berat. Ketika pasukan Gestapo mengetahuinya, dia pun ditangkap, disiksa dan dihinakan di depan umum dan dihukum mati dalam kam Rawensbruck. Pada hari Jumat Suci, dengan kekuatan yang masih ada dalam dirinya, dia naik di atas kursi di gubug itu dan memberikan khotbah kepada orang-orang tawanan perihal penderitaan dan kebangkitan Yesus. Dua hari kemudian, mereka menangkap dan menyeretnya untuk mati dalam kamar gas.

Piotr Bonifacy Zukowski, Saudara Dina (1913-1942 KK Auschwitz)
Piotr Edward Dankowski, imam (1908-3.4.1942 KK Auschwitz)
Roman Archutowski, imam (1882-1943 KK Majdanek)
Roman Sitko, imam(1880-1942 KK Auschwitz)
Stanislaw Kubista, Saudara Dina, imam (1898-1940 KK Sachsenhausen)
Stanislaw Kubski, Saudara Dina, imam (1876-1942 KK Dachau)
Stanislaw Mysakowski, imam (1896-1942 KK Dachau)
Stanislaw Pyrtek, imam (1913-4.3.1942 ditembak mati di Berezwecz)
Stanislaw Starowieyski, bapa keluarga (1895-13.4.1940/1 KK Dachau)

Stanislaw Tymoteusz Trojanowski, Saudara Dina (1908-1942 KK Auschwitz): Inilah nama dari Beato Timotheus Trojanowski, kelahiran Polandia. Dia mengikrarkan profesinya pada 11 Februari 1935. Ulang tahun pertama Penampakan Bunda Maria di Lourdes, seorang saudara dina dari Niepokalanov, kota dari Biara Immaculata, sebuah biara fransiskan yang didirikan dan dipimpin oleh saudara yang kemudian menjadi martir: St. Maximillianus Kolbe. Biara ini menjadi pusat kegiatan kerasulannya untuk menyebarkan devosi pengudusan Bunda Maria sang Perawan. Pada 19 September 1939, Nazi menyerang Polandia, menangkapi hampir semua Saudara Dina di Niepokalonow. Mereka dibebaskan pada 8 Desember 1939. Pada 14 Februari 1941, mereka kembali ke biara itu dan Pater Kalbe ditangkap kembali. Saudara Timotheus sangat bersedih hati melihat pendiri rumah ini diseret ke kam kematian Auschwitz. Delapan bulan kemudian, pada 14 Oktober 1941, dua bulan setelah kemartiran Pater Kolbe. Br. Timotheus meninggal di kam itu pada 28 Februari 1942. Dia hidup dari 1908-1942.

Stefan Grelewski, imam (1899-1941 KK Dachau)
Symforian Ducki, Saudara Dina (1888-1942 KK Auschwiitz)
Tadeusz Dulny, alumnus (1914-1942 KK Dachau)
Wincenty Matuszewski, imam (1869-1940)
Wladyslaw Bladzinski, biarawan, imam (1908-1944)
Wladyslaw Demski, imam (1884-28.5.1940, Kam kematian Jerman Sachsenhausen)
Wladyslaw Goral,(1898-1945 KK Sachsenhausen), uskup
Wladyslaw Mackowiak, imam (1910-4.3.1942 ditembak mati di Berezwecz)
Wladyslaw Maczkowski, imam (1911-20.8.1942 KK Dachau)
Wladyslaw Miegon, imam, seorang letnan komandan (1892-1942 KK Dachau)
Wlodzimierz Laskowski, imam (1886-1940 KK Gusen)
Zygmunt Pisarski, imam (1902-1943)
Zygmunt Sajna, imam (1897-1940 penjara Palmiry)

Sumber: Catholic-Forum, diterjemahkan oleh Alfons S. Suhardi, OFM